Fokus

Rektor ISI Yogyakarta Keluarkan SK Larang HTI

Rabu, 24 Mei 2017 – 06.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YOGYAKARTA – Kelompok HTI yang anti demokrasi dan anti pancasila saat ini semakin dahsyat menguasai kampus-kampus, namun gerakan mereka saat ini mendapat perlawanan yang cukup sengit dari mahasiswa yang masih berpikir jernih.

Salah satu contohnya adalah diperlihatkan oleh Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Dr Agus Burhan menjawab tuntutan mahasiswa dan alumni dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembersihan kampus tersebut dari gerakan keagamaan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dosen dan/atau mahasiswa yang terlibat aktif dalam HTI akan dikenakan sanksi. (Baca: WASPADA! Embrio Khilafah HTI Anti Pancasila Tumbuh Subur di Kampus Indonesia)

“Kami sedang melakukan pendataan dan analisis, dosen-dosen maupun mahasiswa yang terlibat dalam HTI, jika sudah dipastikan dalam rapat senat, maka dosen-dosen tersebut akan mendapatkan sanksi akademik,” ujar Agus di Kampus ISI, Sewon, Bantul, Senin (22/5).

Meski tidak menyebutkan identitas dosen ISI Yogyakarta yang bergabung dengan HTI, Burhan mengakui bahwa berdasarkan laporan mahasiswa, beberapa dosen memang mencampur-adukkan pengajaran dan dakwah, bahkan melarang mahasiswa menggambar objek yang dianggap salah dalam aliran agama tertentu. (Baca: GP Ansor Papua Minta Kemenag Surati Sekolah, Masjid & Pesantren Terkait Bahaya HTI)

Menurutnya, akan ada beberapa sanksi yang bisa dijatuhkan kepada dosen tersebut jika terbukti menyebarkan paham ormas terlarang di kampus. Apalagi sebelumnya ditengarai salah satu dosen diketahui menyebarkan paham yang diusung HTI di Masjid kampus.

Menanggapi aksi damai yang disampaikan mahasiswa, Agus menyatakan bahwa aksi itu sebagai respons atas permasalahan toleransi di Indonesia.

“ISI Yogya mendukung keputusan pemerintah mewujudkan pembubaran HTI,” ujar Agus saat menyampaikan orasi di atas panggung. (Baca: Kelompok Radikal “Rampok Kampus-kampus Sekuler” di Indonesia)

Pimpinan ISI bersama Kopertis DIY telah sepakat untuk mengantisipasi keberadaan dan penyebaran ideologi HTI di kampus, sekaligus memperkuat kesatuan NKRI dengan membentuk gerakan anti-radikalisme. “Kehidupan akademik akan dibuat berdasarkan Pancasila kembali,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan alumni Yoyok Suryo menyatakan, aksi Budaya Nusantara Waspada (Abunawas) tersebut, merupakan upaya untuk mendukung sikap pemerintah terkait pelarangan terhadap HTI.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari aksi yang digelar tahun lalu. “Ini langkah konkret mendukung langkah Pemerintah membubarkan HTI,” katanya. (Baca: Nadirsyah Hosen: Memproteksi NKRI dari Penyelundup Demokrasi “HTI”)

Yoyok juga meminta pihak kampus untuk membersihkan kampus dari organisasi anti-Pancasila yang lain. “HTI di dalam ISI sudah dalam tahap memprihatinkan. Kami alumni prihatin,” ujarnya. (SFA)

Sumber: Berita Satu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: