Eropa

Ratusan Militan Asal Prancis Masih Bertahan di Suriah dan Irak

Minggu, 10 Desember 2017 – 19.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PRANCIS – Sekitar 500 militan berasal dari Prancis yang bergabung dengan kelompok teroris Islamic State (ISIS) masih bertahan di Suriah. Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di saluran televisi BFM TV.

Baca: Bongkar Kerjasama Rahasia Perusahaan Perancis “Lafarge” dengan ISIS di Suriah

Le Drian sebelumnyta juga menyatakan bahwa Prancis tidak mempertimbangkan untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar Assad sebagai tujuan utama proses politik yang akan dimulai di negara tersebut begitu kelompok teror ISIS telah dikalahkan. Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves le Drian mengatakan hal ini setelah melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Rusia Sergey Lavrov pada hari Jumat (08/09).

“Seharusnya tidak ada prasyarat untuk meluncurkan proses transisi politik, bahkan pengunduran diri Assad,” tegas Le Drian sebagaimana dikutip TASS. “Prancis telah mengatakan bahwa menggulingkan Assad bukanlah tujuan penyelesaian politik karena rekonsiliasi Suriah adalah proses yang rumit yang tidak terbatas hanya pada hal itu,” tambahnya”.

Baca: Jenderal Suriah : Kami Akan Tenggelamkan “Charles de Gaulle” Jika Dekati Suriah

Saat ini ada sekitar 500 orang militan dan mereka semua akan dipenjara,” tegas Le Drian, seperti dikutip Asharq Al-Awsat, Minggu 10 Desember 2017.

“Sangat sulit bagi mereka untuk pulang ke Prancis dengan upaya sendiri,” tambah dia, tanpa menjelaskan detailnya lebih lanjut.

Menurut data dari Menteri Dalam Negeri Gerard Colon, lebih dari 240 militan telah pulang ke Prancis sejak lima tahun terakhir. Sekitar 50 dari mereka masih di bawah umur.

Sebanyak 130 militan yang pulang itu kini berada di balik jeruji penjara, sementara sisanya berstatus bebas meski diawasi agensi terkait di Prancis.

Saat ini, kepolisian Prancis sedang mengawasi lebih dari 18 ribu orang yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan negara.

Setelah serangan teroris pada 13 November 2015 yang menewaskan 130 orang di Paris, status darurat diterapkan di Prancis. Status ini berakhir pada akhir November lalu. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: