Nasional

Ramalan Denny Siregar Soal Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Ramalan, Cawapres Jokowi 2019
Cawapres Jokowi 2019?

JAKARTA – Ramalan Denny Siregar soal Cawapres Jokowi di pilpres 2019 layak disimak, berikut ulasannya: “Siapa Cawapres Jokowi?”. Perbincangan tentang siapa calon Wapres Jokowi menjadi tema yang menarik beberapa hari. Begitu banyak isu yang beredar tentang siapa dia, mengalahkan isu “Siapa Capres lawan Jokowi ?”

Bahkan Diaz Hendropriyono yang sekarang menjadi Ketum PKPI, menampilkan logo Mc Donald di IGnya.

Publik menerka, itu bisa saja Mahfud MD atau MoelDoko, dua nama yang mengerucut belakangan ini. Setiap ketemu pendukung berat kedua tokoh ini, saya selalu diyakinkan bahwa tokoh yang mereka dukunglah yang akan menjadi Wapres Jokowi.

Baca: Empat Kriteria Calon Pendamping Jokowi Ala Denny Siregar

Dan rasa penasaran ini bukan hanya diderita para pendukung Jokowi saja. Bahkan lawan politiknya juga..

Mardani Ali “Que sera sera” dari PKS, saking frustasinya, bahkan menantang Jokowi untuk membuka siapa nama Cawapresnya. Bahkan Fadli Zon mengatakan, Gerindra menunggu dulu siapa Cawapres Jokowi sebelum mengumumkan siapa Capres dari pihaknya.

Disinilah kelihaian Jokowi dalam memainkan emosi lawan politiknya..

Jokowi tahu, bahwa lawan politiknya pasti akan menyerang kelemahan Cawapresnya. Karena sampai sekarang, mereka kelelahan menyerang kelemahan Jokowi yang malah memperkuat namanya.

Segala isu ditampilkan, tapi malah jadi serangan balik ke mereka. Bahkan tagar #GantiPresiden sudah sampai pada titik jenuh, sehingga harus dibawa ke Markobar dan piala dunia segala untuk mempertahankan popularitasnya, meski sia-sia.

Baca: KALAP, Gerombolan #2019GantiPresiden Grebek Markobar Gibran

Muslim Cyber Army, kelompok buzzer yang berafiliasi kepada lawan politik Jokowi, juga sedang menunggu pengumuman siapa Cawapres Jokowi. Mereka dikabarkan sudah mengantungi beberapa nama yang beredar di pasar, dan sudah membuat list kelemahan2 yang harus diserang.

Tapi ini permainan kesabaran dan ketahanan..

Saya yakin, bahwa isu Moeldoko dan Mahfud MD sebagai Cawapres sebenarnya adalah bagian dari pengalihan. Jokowi menyimpan kartu truf yang jauh dari tebakan banyak orang. Dan ini akan menimbulkan kegemparan, seperti yang pernah dijanjikan orang-orang dekatnya..

Seperti permainan catur, Jokowi menempatkan bidak-bidak untuk diserang, tapi sebenarnya mempunyai strategi lain diluar langkah-langkah itu.

“Apakah TGB, bang?”

Ah, saya rasa jauh dari nama itu. Karena TGB punya banyak kelemahan untuk dijadikan bahan serangan terutama dengan posisinya sebagai Gubernur NTB. TGB paling jadi timses, bukan orang nomor dua.

Menariknya langkah Jokowi dalam menyembunyikan rapat-rapat siapa Cawapresnya, menunjukkan ia ahli dalam memainkan strategi emosional. Nama Cawapres akan dibuka sehari sebelum berakhir masa pendaftaran, pada tanggal 9 Agustus nanti. Dan itu malam hari lagi.

Baca: Jokowi, Presiden yang Tak Bisa Disetir Pihak Lain

Dengan begitu, lawan akan kekurangan amunisi untuk menyerangnya dengan gencar. Selain itu, biarkan masalah Cawapres ini beredar dan menimbulkan rasa penasaran, sehingga menjadi pembicaraan dimana-mana yang akan menenggelamkan berita siapa Capres lawannya..

Semuanya hanyalah masalah waktu yang tepat saja..

Dari isu yang tidak dapat dipercaya, ada juga yang menyebut bahwa SP3 yang diberikan kepada pelari paling lama di Indonesia, sebenarnya adalah peluang untuk menjadi Cawapres Jokowi. Dan singkatan SP3 adalah “Surat Pemberitahuan Pencawapresan Panjenengan”.

Tapi beliau mengartikannya berbeda sehingga tetap tidak mau pulang juga. Sayang sekali.. Ya sudahlah. Kita tunggu saja sambil minum kopi, siapa tahu ada jawaban yang tepat ketika kita menyeruputnya dengan nikmat. Seruput.. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: