Headline News

Qatar Pertegas Jalin Kerjasama dengan Iran Pasca Ditendang 4 Negara Teluk

Selasa, 27 Juni 2017 – 01.02 Wib,

SALAFYNEWS.COM, DOHA – Emir Qatar, Tamim bin Hamad al-Thani mengatakan dalam sebuah percakapan telepon dengan presiden Iran Hassan Rouhani pada kesempatan Idul Fitri bahwa negaranya siap untuk pembangunan yang komprehensif dalam hubungannya dengan Iran dan bekerja sama untuk memecahkan masalah dunia Islam. (Baca: Inilah Pukulan Telak Rusia di Qatar Kepada AS, Saudi dan UEA)

Pernyataan ini merupakan komentar pertama Emir Qatar terkait masalah hubungan dengan Teheran setelah Doha menerima daftar 13 tuntutan tidak masuk akal dari Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir, sebagaimana yang dilansir AFP. (Baca: UEA Tekan Qatar untuk Penuhi 13 Tuntutan Tak Masuk Akal Arab Saudi CS)

Emir Qatar mengatakan bahwa “Doha terbuka untuk menjalin kesepakatan dan kerjasama dengan Iran dan hubungan antara kedua negara terjalin dengan kuat dan terus berkembang”.

Sementara itu, Presiden Iran menegaskan bahwa pemerintah dan rakyat Iran akan berdiri di samping negara dan rakyat Qatar.

Presiden Rouhani mengatakan bahwa kebijakan Teheran adalah “untuk mengembangkan hubungan lebih lanjut dengan Doha”. Presiden Rouhani mengatakan bahwa negaranya juga akan membantu perekonomian Qatar dan mengembangkan hubungan termasuk sektor-sektor wisata antara kedua negara yang dapat melayani tujuan bersama Iran dan Qatar.

Presiden Iran menyatakan kesiapan Teheran “untuk membantu dan melakukan apa yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk menenangkan ketegangan di wilayah kawasan”. Presiden Iran menegaskan bahwa negaranya “tidak dapat menerima blokade yang diberlakukan terhadap Qatar, dan Iran mengambil langkah tegas dengan membuka semua perbatasan maritim, udara dan daratnya kepada Doha”. (Baca: Tuntutan Tak Masuk Akal Saudi, Mesir, Bahrain dan UEA kepada Qatar)

Sebelumnya, tepatnya pada tanggal 5 Juni lalu, Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir telah mengumumkan untuk memutuskan hubungan dengan Qatar dan menuduh Doha telah mendukung teroris dan mengguncang stabilitas di kawasan. Kemudian, beberapa negara Arab dan Islam lainnya turut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, begitu juga dengan Yordania dan beberapa negara lainnya juga telah mengurangi tingkat hubungan diplomatiknya dengan Qatar.

Dan pada hari Kamis (22/06) kemarin, Kuwait yang mengupayakan mediasi antara Doha dan negara-negara yang memutuskan hubungan dengan Qatar telah menyerahkan daftar tuntutan yang merupakan syarat kembalinya hubungan diplomatik Qatar, sebagaimana bocoran pers daftar tuntutan tersebut diantaranya agar Qatar memutuskan hubungannya dengan Iran dan mengakhiri kehadiran militer Turki di wilayah Qatar serta menutup kantor berita Al Jazeera, dan Qatar menyebut tuntutan ini sebagai tuntutan yang tidak realistis. Dan Qatar yang dituntut untuk memutus hubungannya dengan Iran telah menjawab secara tidak langsung bahwa negaranya akan tetap menjalin kesepakatan dan kerja sama dengan Iran. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: