Eropa

Qatar: Blokade Saudi Cs Lebih Buruk dari Tembok Berlin

Sabtu, 17 Juni 2017

SALAFYNEWS.COM, JENEWA – Negara-negara Arab yang memutuskan hubungan dengan Qatar adalah “hukuman kolektif,” kata Ali Bin Samikh Al-Marri, kepala Komite Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC), dan mendesak PBB untuk menyelidiki kerusakan yang ditimbulkan oleh blokade tersebut.

“Ini hukuman kolektif dan blokade akan mempengaruhi ribuan orang,” Marri mengingatkan saat berbicara di Jenewa, Swiss pada hari Jumat.

Keputusan Arab Saudi, Bahrain, UEA, Mesir dan negara-negara lain untuk memutuskan hubungan diplomatik dan rute transportasi dengan Qatar “lebih buruk daripada Tembok Berlin,” yang memisahkan Jerman Barat dan Timur setelah Perang Dunia ke II, ujarnya.

Dia meminta negara-negara Arab untuk mencabut pembatasan mereka, yang diberlakukan pada Doha pada awal Juni di tengah klaim bahwa Qatar mendukung terorisme dan telah mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain di wilayah tersebut.

Marri mengatakan bahwa Dewan Hak Asasi Manusia PBB harus mengutuk blokade tersebut, mendesak sebuah “komisi pencari fakta” untuk dikirim ke Qatar, untuk memberikan laporan dampak negatifnya dari blokade sepihak itu.

Dia mengatakan bahwa “keluarga telah dipisahkan” karena tindakan negara-negara Arab, dengan NHRC mendapatkan ratusan keluhan dari warga Qatar.

“Dalam satu kasus, seorang pria Saudi meninggal di Qatar. Anak-anaknya dicegah oleh pemerintah Saudi untuk membawa mayatnya kembali ke rumah, jadi Qatar mengambil tanggung jawab untuk menguburnya,” kata pejabat Doha, seperti dikutip oleh Al-Jazeera.

Dia menambahkan bahwa sejumlah mahasiswa juga terkena dampak blokade tersebut, di mana para pelajar Qatar harus keluar dari beberapa universitas di negara-negara Arab.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada hari Jumat bahwa daftar pelanggaran yang dilakukan oleh Qatar, yang menyebabkan keretakan saat ini, akan segera diumumkan ke publik.

“Saya tidak akan menyebut mereka tuntutan, saya akan mengatakan ini adalah daftar keluhan yang perlu ditangani dan Qatar perlu memperbaikinya,” kata Jubeir, seperti dikutip oleh Reuters.

“Kami sedang mengerjakan para mitra dari Bahraini, Emirati dan Mesir untuk menyusun daftar ini dan mempresentasikannya ke Qatar, dan saya pikir ini akan segera dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tiba di Arab Saudi pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan Raja Salman. Ankara mencoba untuk melakukan peran sebagai mediator dalam keretakan Qatar dengan tetangga Arabnya.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan bahwa dia memperkirakan situasi akan segera teratasi, karena “ini benar-benar krisis buatan.”

“Krisis ini tidak memiliki dasar, tidak ada latar belakang sosio-politik … Kami berharap agar krisis ini dapat segera diselesaikan lebih cepat daripada krisis lainnya,” kata Kurtulmus, seperti dikutip oleh kantor berita Anadolu Turki. [Sfa]

Sumber: RT.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: