Asia

Putin Siap Bantu Redakan Ketegangan di Semenanjung Korea

Sabtu, 13 Mei 2017 – 07.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow siap membantu menenangkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam sebuah panggilan telepon 20 menit pada hari Jumat, Presiden Putin mengatakan kepada rekannya yang baru terpilih sebagai Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, bahwa Kremlin siap untuk memberikan bantuan ke Seoul, kantor berita RT melaporkan. (Baca: Korea Utara: Amerika Penyebab Perang Nuklir di Asia Pasifik)

Gedung Biru, kantor kepresidenan Korea Selatan, mengatakan bahwa Putin telah menyatakan kesiapan penuh untuk memainkan “peran konstruktif” dalam menyelesaikan perselisihan internasional dengan Korea Utara.

Ketegangan telah meningkat di wilayah tersebut terkait program nuklir dan rudal Korea Utara, yang oleh Pyongyang dianggap sebagai pencegah terhadap kemungkinan invasi oleh musuh-musuhnya.

Pemimpin baru Korea Selatan, Moon Jae-in adalah seorang liberal yang lebih mendahulukan pendekatan yang lebih mendamaikan ke Korea Utara dibandingkan dengan pendahulunya yang konservatif. (Baca: Korea Utara Siap lawan Provokasi Amerika)

Dalam sambungan teleponnya dengan Putin, ia menyatakan harapannya agar Korea Utara mengakhiri program nuklir dan misilnya serta pergi ke jalan denuklirisasi.

Moon mengatakan bahwa dia akan melakukan upaya yang diperlukan “untuk memulai pembicaraan damai Korea Utara dan Korea Selatan serta perundingan enam negara, mengacu pada perundingan damai yang melibatkan Amerika Serikat, China, Jepang, Rusia dan kedua Korea.

Moon juga menyatakan harapannya agar kedua negara dapat bekerjasama dalam mengembangkan kawasan Asia Timur, termasuk memperluas jaringan pipa gas alam dari Siberia ke Korea Selatan. (Baca: Korut: Penyebaran THAAD Mengubah Kawasan Jadi Medan Perang Nuklir)

Putin mengatakan bahwa dia siap untuk bekerjasama di semua bidang yang dibahas, menurut kantor kepresidenan Blue House. Kantor kepresidenan Seoul menambahkan bahwa kedua pemimpin telah saling mengundang untuk melakukan kunjungan kenegaraan.

Moon mengatakan bahwa dia akan segera mengirim utusan khusus ke Moskow. Kedua pemimpin tersebut mengatakan bahwa mereka saling berharap bertemu satu sama lain dalam pertemuan puncak kelompok 20 di Jerman pada bulan Juli.

Korea Utara telah mengancam Korea Selatan dan sekutu utamanya Amerika dengan melakukan pembalasan sengit dalam menanggapi agresi militer apapun. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: