Asia

Putin: Serangan Cyber “Ransomware” Global Berasal dari Intelijen Amerika

Selasa, 16 Mei 2017 – 10.03 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BEIJING – Presiden Rusia Vladimir Putin telah menekankan bahwa negaranya tidak ada hubungannya dengan serangan cyber “ransomware” global baru-baru ini yang menargetkan sekitar 150 negara selama akhir pekan, Sputnik melaporkan. (Baca: Intelijen Perancis: AS Memata-matai Istana Sarkozy)

“Manajemen Microsoft telah memperjelas bahwa virus tersebut berasal dari dinas intelijen AS,” kata Putin saat berbicara dengan wartawan di ibukota China, Beijing, Senin.

Sebelumnya, Presiden Microsoft Brad Smith menyatakan bahwa badan intelijen AS, seperti CIA dan National Security Agency (NSA), yang harus disalahkan atas serangan tersebut karena mereka menumpahkan kode perangkat lunak berbahaya yang digunakan oleh para hacker. (Baca: Iran Gagalkan Serangan Cyber dari Amerika)

NSA mengklaim perangkat lunak yang digunakan dalam serangan tersebut telah dicuri darinya.

“Sekali mereka keluar dari lampu, jin jin semacam ini bisa merusak pengaran dan pencipta mereka,” kata Putin. “Jadi pertanyaan ini harus segera dibahas pada tingkat politik yang serius, dan kita perlu bekerja keras untuk mempertahankan diri dari fenomena semacam ini,” tambahnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/5). (Baca: Amerika dan Rusia Diambang Perang Besar)

Putin terus menekankan bahwa institusi Rusia tidak terpengaruh secara signifikan dalam serangan tersebut. Presiden Rusia juga mencatat bahwa tahun lalu Moskow telah meminta AS untuk melakukan negosiasi mengenai penanganan ancaman cyber. “Sayangnya, mereka menolak usulan kami,” katanya.

“Pemerintah sebelumnya mengatakan kepada kami bahwa mereka tertarik untuk kembali ke proposal ini lagi, tapi tidak ada yang benar-benar dilakukan,” tambahnya. Pada hari Jumat, ratusan ribu sistem komputer di seluruh dunia menjadi sasaran serangan cyber. (Baca: Serangan Cyber ‘Ransomware’ Landa Beberapa Negara)

Ketika virus ransomware menginfeksi sistem komputer, data pada sistem itu terenkripsi, dan gambar muncul di monitor yang meminta pembayaran sebesar $ 300 dalam mata uang virtual Bitcoin yang hampir bisa dilacak.

Pembayaran harus dilakukan dalam tiga hari, jika tidak harganya akan berlipat ganda, dan jika tidak ada yang diterima dalam tujuh hari, file yang terkunci akan dihapus, sesuai dengan pesan layar. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: