Headline News

Putin Kecam Tuduhan Tak Berdasar Serangan Kimia di Suriah

Jum’at, 07 April 2017 – 12.57 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk “tuduhan tidak berdasar” tentang serangan kimia yang diklaim terjadi di provinsi barat laut Suriah, Idlib, awal pekan ini, dan menyerukan penyelidikan internasional. (Baca: Militer Suriah Bantah Penggunaan Senjata Kimia di Idlib)

Selama percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis, “kedua belah pihak bertukar pandangan tentang insiden serangan kimia yang berlangsung pada tanggal 4 April,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Putin menyatakan bahwa hal itu tidak dapat diterima dengan membuat tuduhan tidak berdasar terhadap siapa pun tanpa melakukan penyelidikan rinci dan berisi.

Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Israel untuk Urusan Militer Avigdor Lieberman mengatakan kepada kantor berita Ibrani Yedioth Ahronoth, bahwa ia yakin pasukan pemerintah Suriah berada di balik “serangan senjata kimia”. (Baca: Damaskus Serahkan Bukti Militan Gunakan Senajata Kimia di Suriah)

Lebih dari 70 orang dilaporkan tewas dalam insiden itu yang diduga dilakukan di kota Khan Shaykhun, provinsi Iblib pada hari Selasa lalu. Menurut dana anak-anak PBB, setidaknya 27 anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.

Amerika Serikat dan sekutunya telah menyalahkan pemerintah Suriah. Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem telah menolak tuduhan penggunaan senjata kimia di Idlib.

Dia mengatakan dalam konferensi pers di Damaskus pada hari Kamis bahwa kelompok teroris Takfiri yang didukung AS dan sekutu regionalnya terus menimbun senjata kimia di daerah perkotaan dan perumahan sipil.

Jabhat al-Nusra dan ISIS serta organisasi teroris lainnya terus menyimpan senjata kimia di daerah perkotaan dan perumahan,” kata Muallem.

Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dan Komisi Independen Internasional PBB akan melakukan penyelidikan serangan Khan Shaykhun. (Baca: Eva Bartlett Bongkar Kebusukan Media Barat dan Pro Teroris Tentang Suriah)

Muallem mengatakan Suriah akan memberikan OPCW dan PBB dengan “informasi transfer zat kimia dari Irak ke Suriah, atau dari Turki ke Suriah.”

Dia juga mengatakan Damaskus perlu jaminan bahwa setiap misi pencari fakta yang diterjunkan tidak akan dipolitisir. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: