Eropa

Putaran Keempat Perundingan Suriah dengan Oposisi di Jenewa

Sabtu, 25 Februari 2017 – 08.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JENEWA – Swiss, Kamis (23/02), telah dimulai putaran keempat negosiasi Jenewa antara delegasi pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata dihadapan wakil-wakil dari Amerika Serikat dan Rusia, serta perwakilan dari Riyadh dan Kairo, ditambah dengan kehadiran utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.

Negosiasi Jenewa dimulai dengan harapan yang diinginkan untuk menemukan solusi politik untuk krisis Suriah, seperti yang diungkapkan oleh de Mistura yang tidak mengharapkan solusi langsung, namun ia berharap masalah-masalah yang mendasar lebih dahulu diselesaikan. Ia juga menyatakan penolakannya terhadap percobaan untuk memaksakan kondisi apapun pada pembicaraan bilateral dengan pihak Suriah.

Dia menambahkan bahwa ketahanan gencatan senjata di Suriah akan banyak membantu untuk mendukung perundingan Suriah di Jenewa, dan berharap agar para “pengacau tidak mencoba untuk memprovokasi orang lain dalam menggagalkan perundingan Jenewa.”

De Mistura berharap adanya pembicaraan lebih lanjut di Astana mengenai gencatan senjata dan isu-isu kemanusiaan, dengan menunjukkan bahwa negosiasi Jenewa hari ini akan dimulai secara bilateral.

Delegasi pemerintah Suriah ada 11 anggota, dan ditambah Jaafari, yang berpartisipasi dalam delegasi, sebagai penasihat Menteri Luar Negeri  Ahmad Arnous, dan duta besar Suriah di Jenewa Hossam Eddin Aala, serta angggota Majelis Rakyat Ahmed Kuzbari dan Omar Ossi, serta Amjad Issa dan Amal Yazici, Jamila Sharabajee, Haider Ali Ahmed dan Osama Ali, serta Kolonel Samer Buraidi.

Di sisi lain, koordinator Kairo untuk oposisi Jihad Maqdisi mengatakan bahwa delegasi terdiri dari tiga orang; Jihad Maqdisi, Jamal Suleiman dan Firas al-Khalidi, para anggota komite yang terpilih pada Konferensi Kairo, ditambah dengan dua penasihat yaitu Munir Darwish, Bashir Saadi, dan anggota Konferensi Kairo.

Delegasi pemerintah Suriah yang dipimpin oleh al-Jaafari berusaha untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata dan bertekad untuk memerangi terorisme seperti Jabha Nusra dan ISIS. Sementara delegasi oposisi berfokus pada isu transisi politik, yang ditolak oleh Damaskus. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: