Headline News

Presiden Libanon Minta Klarifikasi Saudi Mengapa Hariri Tak Bisa Kembali?

Minggu, 12 November 2017 – 06.27 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LEBANON – Perdana Menteri Libanon Saad Hariri masih tinggal di Arab Saudi beberapa hari setelah laporan yang menyebutkan bahwa dia telah ditahan secara paksa di negara tersebut.

Presiden Lebanon Michel Aoun meminta Riyadh untuk mengklarifikasi alasan yang menghalangi Perdana Menteri Hariri kembali ke Libanon untuk kembali dengan keluarganya, masyarakat, dan pendukungnya,” menurut pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu.

Baca: Intelijen Libanon Tak Temukan Upaya Pembunuhan Saad Hariri

Kantor presiden Libanon juga mengatakan bahwa Aoun sedang menunggu Hariri untuk menjelaskan pengunduran dirinya saat melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Apalagi, kabarnya Presiden menolak untuk menerima pengunduran diri Hariri dari Riyadh.

Baca: Gempa Politik Arab Saudi, Libanon dan Timur Tengah

Saad Hariri mengumumkan pengunduran diri dari posisi Perdana Menteri Libanon dalam sebuah pidato dari Riyadh pada 4 November. Perdana Menteri mengungkapkan rasa takut bahwa dia akan dibunuh seperti ayahnya di Libanon dan menuduh Teheran dan gerakan Hizbullah berusaha mengguncang situasi di negaranya, dan juga di Timur Tengah. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa tuduhan Hariri terhadap Teheran tidak beralasan. Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi telah memaksa Hariri untuk mengundurkan diri.

Baca: Tentara Lebanon Kendalikan Situasi Keamanan Pasca Hariri Mengundurkan Diri

Hariri menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2009 sampai 2011 dan kembali menjabat pada bulan November 2016. Ayahnya, Rafik Hariri, terbunuh pada tahun 2005 oleh sebuah ledakan di Beirut. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: