Eropa

Prancis Terima Delegasi Kurdi, Turki Naik Pitam

Perang Timur Tengah

Sabtu, 31 Maret 2018 – 07.31 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PRANCIS – Presiden Perancis Emmanuel Macron telah menjanjikan dukungan untuk militan Kurdi yang didukung AS di Suriah utara, yang menjadi sasaran serangan Turki. Pernyataan Macron mendorong kemarahan Ankara dan mengecam tawaran itu sebagai “dukungan jelas bagi teroris.”

Baca: Ratusan Ribu Warga Kurdi Afrin Tinggalkan Daerahnya Menuju Wilayah Tentara Suriah

Untuk pertama kalinya sejak memasuki Istana Elysee, Macron pada hari Kamis menyambut delegasi Pasukan Demokrat Suriah (SDF), sebuah aliansi milisi di Suriah utara dan timur yang sebagian besar didominasi oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), seperti dilansir Press TV (30/03).

“Presiden… memberi penghormatan kepada pengorbanan dan menentukan peran SDF dalam perang melawan ISIS,” kata kantor Macron dalam sebuah pernyataan.

Baca: Warga Raqqa Suriah Bangkit Lawan Militan Kurdi Dukungan AS

“Dia meyakinkan SDF mendapat dukungan Prancis untuk stabilisasi zona keamanan di timur laut Suriah, dalam kerangka pemerintahan yang inklusif dan seimbang, untuk mencegah kebangkitan kembali” ISIS, pernyataan itu menambahkan.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari Partai Persatuan Demokratis Kurdi Suriah (PYD), yang biasa disebut sebagai sayap politik YPG, serta beberapa tokoh Arab dan Kristen.

Khaled Eissa, seorang anggota PYD yang mewakili wilayah Suriah utara di Paris, mengatakan Presiden Prancis berjanji akan mengerahkan lebih banyak pasukan darat ke daerah itu, dan memberikan bantuan kemanusiaan dan mendorong solusi diplomatik.

“Akan ada bala bantuan untuk membantu mengamankan dari serangan ISIS dan menghentikan agresi asing,” katanya, mengacu pada Turki dan operasi militer yang sedang berlangsung terhadap kelompok Kurdi di dalam wilayah Afrin.

Turki mengingatkan Prancis

Pernyataan Macron menarik reaksi marah dari Ankara, dimana Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag mengatakan bahwa janji untuk mendukung Kurdi sama dengan melegitimasi kelompok teroris.

“Mereka yang terlibat dalam kerja sama dan solidaritas dengan kelompok-kelompok teror terhadap Turki … akan seperti para teroris, menjadi target Turki,” tulis Bozdag di Twitter. “Kami berharap Prancis tidak mengambil langkah yang tidak masuk akal seperti itu.”

Baca: Pasukan Elit Turki Tewas Saat Bentrokan dengan Tentara Kurdi di Afrin Suriah

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga mengecam sikap Prancis dan menyebut “sepenuhnya salah.”

Ankara, tambahnya, tidak memiliki niat untuk mencelakai tentara sekutu yang dikerahkan ke Suriah utara, tetapi bukan berarti membiarkan para militan berkeliaran dengan bebas di dekat perbatasan Turki.

Erdogan lebih lanjut mengatakan militer Turki telah memulai lebih banyak operasi untuk mengusir gerilyawan dari wilayah utara Ayn al-Arab, Ras al-Ain dan Tel Abyad ke perbatasan Irak.

Turki akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada 2018 dan akan mempertahankan pintunya “terbuka lebar” bagi investor internasional, kata pemimpin Turki itu, dan menambahkan, “Saya memiliki berita buruk bagi mereka yang mencoba menggunakan kurs sebagai momok untuk menakut-nakuti orang-orang kami.”

Negara “akan sekali lagi menggagalkan permainan yang dimainkan untuk melawannya dengan pertumbuhan tinggi yang akan dicapai pada 2018,” katanya.

“Kami menolak segala upaya untuk mempromosikan ‘dialog’, ‘kontak’ atau ‘mediasi’ antara Turki dan organisasi-organisasi teroris itu,” Ibrahim Kalin, seorang juru bicara Erdogan, mengatakan di Twitter. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: