Eropa

Prancis, Meksiko dan Indonesia Tak Aku Kemerdekaan Catalonia

Sabtu, 28 Oktober 2017 – 14.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SPANYOL – Prancis, Meksiko dan Indonesia tidak mengakui deklarasi kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.

Baca: GAWAT! Spanyol Terjerembab dalam Krisis dan Friksi Besar

Seperti disampaikan oleh Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dalam posting Twitter, Jum’at malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.

“Meksiko tidak akan mengakui proklamasi kemerdekaan sepihak Catalonia,” tulis Pena Nieto.  “Kami mengharapkan solusi politik nan damai”.

Begitu juga Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan mendukung penuh Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy dalam menegakkan aturan hukum di Catalonia di tengah kesiapan Madrid memerintah langsung provinsi yang memisahkan diri itu.

Baca: Barcelona Main Tanpa Penonton Karena Ditinggal Demo Referendum

“Saya hanya punya satu mitra di Spanyol, yaitu Perdana Menteri Rajoy. Aturan hukum berlaku di Spanyol, bersama dengan aturan konstitusional. Dia ingin memastikan semua hal itu dihormati dan dia mendapatkan dukungan penuh dari saya,” kata Macron di sela kunjungan ke Guyana Prancis.

Pihak Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Indonesia tidak mengakui kemerdekaan Catalonia dan tidak mendukung pemisahan Catalonia dari Spanyol.

“Indonesia tidak mengakui pernyataan sepihak kemerdekaan Catalonia,” kata pernyataan dari Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi seperti dilansir pada laman resmi Twitter Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Sabtu.

Pemerintah Indonesia juga menganggap Catalonia sebagai bagian dari wilayah Spanyol. “Catalonia adalah bagian integral Spanyol. Indonesia tidak akan mengakui kemerdekaan Catalonia,” demikian pernyataan Menlu Retno Marsudi pada laman resmi Twitter Kemlu RI.

Gejolak politik di Spanyol semakin menjadi-jadi kemarin setelah pemerintah pusat membebastugaskan presiden dan parlemen Catalonia beberapa jam setelah daerah itu memproklamasikan kemerdekaan.

Pena Nieto, Macron tegas-tegas menyatakan berdiri di sisi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy saat dia menghadapi krisis politik yang paling akut sejak demokrasi menyapa negeri itu pada 1978.

Negara-negara seperti Prancis, Jerman dan Amerika Serikat juga menyuarakan dukungan yang sama untuk persatuan Spanyol.

Spanyol jatuh ke kondisi yang tidak menentukan pada 1 Oktober ketika Catalonia, negara bagian kaya raya di bagian timur laut Spanyol yang menyumbang 20  persen dari total pendapatan domestik bruto Spanyol, menggelar referendum kemerdekaan yang disebut ilegal oleh pemerintah pusat. Para pendukung separatisme dinyatakan sebagai pemenang, kendati yang memberikan suara pada referendum itu hanya 43 persen dari total hak pilih. Beberapa saat setelah referendum itu, Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray menyatakan bahwa negaranya mendukung Spanyol bersatu, demikian Reuters. (SFA)

Sumber: AntaraNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: