Fokus

PPATK dan Polri Telusuri Transaksi First Travel

Minggu, 20 Agustus 2017 – 08.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana calon jemaah First Travel selain untuk biaya umroh juga untuk membeli aset pribadi. Aset tersebut berupa rumah, mobil, dan barang-barang mahal. (Baca: First Travel dan Penipuan Berkedok Umroh Murah)

“Rumah, mobil, barang mahal lainnya. Kita sedang telusuri terus semua transaksi ini, dan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk seoptimal mungkin mengurangi kerugian nasabah,” kata Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (19/8/2017).

Dian tak merinci berapa besar uang nasabah yang dipakai untuk membeli aset pribadi. PPATK juga masih akan memastikan apakah aset-aset tersebut dibeli dengan rekening perusahaan, rekening pribadi, atau campuran keduanya.

“Soal pembelian barang-barang pribadi, memang begitu, tapi kita harus teliti dulu dan juga mencari tahu apakah ada pencampuran rekening perusahaan dan rekening pribadi,” ujar Dian. Dalam kasus ini, polisi menetapkan bos First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka. Belakangan, adik bos First Travel, Kiki Hasibuan, juga dijadikan tersangka. (Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: Semua Salah Jokowi)

Andika dan Anniesa

Selain menyita rumah mewah dan sejumlah mobil milik Andika dan Anniesa, Polisi baru-baru ini juga menyegel sebuah rumah di Kebagusan. Rumah bernilai Rp 1,5 miliar tersebut disebutkan merupakan milik Kiki Hasibuan. Kanit 5 Subdit 5 Jatanwil Dit Tipidum Bareskrim Polri AKBP M Rivai Arvan menyebut nama Kiki memang digunakan untuk membeli sejumlah aset, seperti rumah dan mobil.

“Nama dia digunakan untuk membeli aset-aset, banyak, ada rumah ada mobil,” kata Rifai kepada wartawan di Kebagusan, Jumat (18/8). (SFA)

Sumber:DetikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: