Amerika

Potret Kesadisan Para Tahanan di Penjara Rahasia UEA di Yaman

Kamis, 22 Juni 2017 – 19.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON DC – Tentara Amerika Serikat telah terlibat dalam interogasi terhadap ratusan narapidana di penjara-penjara rahasia yang dijalankan oleh Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman, dimana terjadi penyiksaan dan pelanggaran brutal di fasilitas tersebut.

The Associated Press mendokumentasikan setidaknya ada 18 penjara rahasia di Yaman selatan yang dijalankan oleh UEA atau oleh tentara bayaran Saudi, dimana para narapidana itu menghadapi penganiayaan dan penyiksaan secara rutin. (Baca: Inilah Ambisi Kotor AS dalam Perang Yaman)

Pada hari Rabu (21/06), pejabat pertahanan senior AS mengkonfirmasi bahwa pasukan Amerika telah terlibat dalam interogasi terhadap tahanan di Yaman namun menolak adanya partisipasi atau pengetahuan tentang adanya pelanggaran hak asasi manusia disana.

Beberapa metode penyiksaan yang digunakan dalam penjara menurut laporan tersebut meliputi “pemanggangan” dimana korban diikat pada besi seperti membuat kambing guling, lalu diputar dalam lingkaran api.

Mantan narapidana yang dibebaskan dari salah satu penjara rahasia di bandara Riyan di kota selatan Mukalla, mengatakan bahwa mereka dijejalkan ke dalam kontainer pengiriman yang ditutupi tinja dan ditutup matanya selama berminggu-minggu. Mereka mengatakan bahwa mereka dipukuli, dikencangkan di atas “panggangan”, dan dilecehkan secara seksual. (Baca: Al-Qaida Dirikan Negara Kecil di Yaman Berkat Intervensi Inggris dan Amerika)

 “Seluruh tempat itu dicekam ketakutan. Hampir semua orang sakit, sisanya menjelang kematian. Siapa pun yang mengeluh langsung ke kamar penyiksaan, “kata seorang mantan tahanan yang ditahan selama enam bulan di bandara Riyan.

Sejauh ini, lebih dari 400 pria telah hilang setelah ditangkap di Mukalla. Menurut laporan tersebut, jaringan penjara rahasia UEA di Yaman didirikan pada masa pemerintahan mantan presiden AS Barack Obama dan masih melanjutkan operasinya hingga sekarang. (Baca: Sunnah-Syiah Yaman Bersatu Kutuk Penindasan Rezim Israel, Amerika, Saudi)

Dalam laporan lain pada hari Kamis, Human Rights Watch mengatakan bahwa UEA menjalankan dua “fasilitas penahanan informal” di Yaman selatan dan telah “memindahkan tahanan berprofil tinggi ke luar negeri,” termasuk ke sebuah basis di Eritrea.

Kelompok hak asasi yang berbasis di New York tersebut mengatakan telah mendokumentasikan 49 kasus, termasuk empat anak, yang telah “ditahan sewenang-wenang atau dihilangkan secara paksa,” kebanyakan oleh pasukan yang didukung UEA.

Dalam sebuah pernyataan kepada AP, pemerintah UEA menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan, “Tidak ada pusat penahanan rahasia dan tidak ada penyiksaan terhadap tahanan yang dilakukan selama interogasi”.

Namun, pengacara dan keluarga mengatakan hamper 2.000 orang telah menghilang di penjara klandestin di seluruh Yaman. Masalah ini telah memicu hari-hari demonstrasi oleh keluarga yang mencari informasi tentang anak laki-laki, saudara laki-laki dan ayah mereka yang hilang. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: