Fokus

Polri Tangkap Asma Dewi Karena Laporan PPATK, Ada Transfer Uang 75 Juta ke Saracen

Senin, 11 September 2017 – 18.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap Asma Dewi berdasarkan informasi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebab, ada transfer uang Rp 75 juta dari Asma ke salah satu anggota inti Saracen.

Baca: Siber Polri Tangkap Seorang Pria Anggota PKS yang Diduga Sindikat Saracen

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Asma berasal dari keluarga polisi. Bahkan ada yang masih aktif. “Kakaknya aktif. Kakaknya itu polwan dan polki (polisi laki-laki),” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/9). Namun, Setyo enggan menyebut identitas dua kakak Asma yang masih aktif di Polri. Yang pasti, kakak laki-laki Asma merupakan perwira di Polri.

“Tugas di Mabes Polri. Kakaknya laki-laki, itu junior saya,” jelas Setyo. Seorang perempuan bernama Asma Dewi diamankan kepolisian atas dugaan aliran dana kepada kelompok penebar kebencian di jejaring sosial Saracen. Namun demikian, meski kini ia telah ditahan, polisi masih mendalami perannya.

Baca: Ketum PBNU: Saracen Bikin Konflik dan Perang Saudara, Ini Ciri Terorisme

“Masih di dalami (perannya). Yang jelas aliran dana ada. Kami tidak tahu, apakah dia mencari order atau dia yang mengorder,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Senin, 11 September 2017.

Dugaan sementara, lanjut Setyo, Asma Dewi diyakini terlibat sindikat penebar kebencian Saracen. Sebab uang senilai Rp 75 juta yang dikirimkannya diberikan kepada tiga anggota Saracen yang hingga kini masih diburu kepolisian.

“Dia salah satu kaki tangan mengambil itu (uang), karena aliran dana diinformasikan dari dia dikirim ke siapa dan lewat lagi. Untuk ketiga orang yang namanya dialirkan dana tersebut sedang dikejar,” ujar Setyo.

Baca: Wanita Penghina Jokowi Ternyata Korwil Saracen Jaringan Penyebar Hoax-Fitnah SARA

Disinggung mengenai latar belakang Asma Dewi, kepolisian memilih enggan membeberkan. Meski di jejaring sosialnya terlihat berkaitan dengan dukungan kepada salah satu calon gubernur pada Pilkada DKI lalu. “Menjadi satu poin untuk mendalami. Kita tidak boleh berandai andai kita harus periksa dulu kalau memang fakta itu akan disampaikan,” ujarnya.

Asma Dewi, sebelumnya ditangkap pada Jumat, 8 September 2017. Ibu rumah tangga ini diketahui tinggal di Sulawesi Utara, namun memiliki Kartu Tanda Penduduk di Ciledug Jakarta Selatan. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: