Fokus

Polri: Pelaku Bom Panci di Bandung Kumpulkan Dana dengan Merampok

Rabu, 01 Maret 2017 – 06.05 Wib,

SALAFYNEWS,COM, JAKARTA – Menurut Kepala Divisi Humas (KAdiv Humas) Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Yayat Cahdiyat, pelaku teror bom panci di Bandung, diketahui pernah tergabung dalam kelompok perampok. (Baca: Kapolri: Pelaku Bom Panci Cicendo Bandung Anggota Jaringan JAD)

Ia dan kelompoknya pernah beroperasi di daerah Cikampek. “Ini peristiwa 2009 atau 2010, melakukan aktivitas perampokan dan mencuri untuk mengumpulkan sejumlah uang yang menurut mereka halal untuk melakukan aksi teror,” ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Aktivitas tersebut, kata Boy, disebut Fai, yaitu merampas harta seseorang yang dianggap halal untuk kegiatan terorisme. (Baca: EDAN, Pasca Ledakkan Bom Panci Pelaku Tertawa Puas)

Yayat melakukan aksi tersebut bersama Ujang Kusnanang alias Ujang Pincang, Enjang Sumantri, dan Agus Marsal di SPBU Kali Asin, Cikampek.

“Kemudian mereka merupakan pengoleksi senjata dan anak peluru yang digunakan untuk kegiatan pelatihan,” kata Boy. (Baca: Teroris Majalengka Niat Jual Sabu dan Bom Untuk Danai Aksi Teror di Indonesia)

Uang yang dikumpulkan dari perampokan itu digunakan untuk pelatihan militer kelompok teroris di Aceh pada 2010.

Dalam pelatihan itu, Yayat berperan menyiapkan logistik seperti senjata dan amunisi. Karena pelatihan itu, Yayat dan beberapa orang yang terlibat lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman. Yayat divonis tiga tahun penjara dan bebas pada 2014.

“Dalam bebasnya ini, yang bersangkutan kembali beraktivitas terutama bergabung dalam JAD (Jamaah Ansharut Daulah),” kata Boy.

Dalam kelompok JAD, Yayat tak hanya mengembangkan keahliannya untuk merakit senjata, ia juga bisa merakit bom. bom panci yang diledakkan di lapangan Pendawa, Kelurahan Arjuna, merupakan hasil rakitan Yayat. (Baca: Jaringan Terorisme Global Ancam Indonesia)

Bom tersebut meledak pada Senin (27/2/2017) pagi. Setelah itu, Yayat melarikan diri ke kantor Kelurahan Arjuna. Di sana, terjadi baku tembak antara dia dengan Densus 88.

Petugas Brimob Polda Jawa Barat kemudian melumpuhkan Yayat dengan sejumlah tembakan, setelah negosiasi gagal. Yayat kemudian tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. (SFA/TribunNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: