Fokus

Polres Cirebon Tangkap Panitia Bedah Buku Profokatif di Masjid Abdurahman

Senin, 19 Juni 2017 – 04.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, CIREBON – Polres Cirebon Kota mengamankan 20 orang anggota panitia bedah buku di Mesjid Abdurahman, Desa Panjunan. Sebab, bedah buku tersebut diduga mengandung unsur provokatif dan menyudutkan agama tertentu. (Baca: Lesbumi Bubarkan Acara Kajian Salafy yang Provokatif dan Anti Islam Nusantara)

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid menerangkan jika tindakan pembubaran dan pengaman terhadap 20 orang anggota panitia tersebut dilatarbelakangi oleh adanya aduan dari beberapa kelompok masyarakat yang merisaukan acara tersebut. Masyarakat khawatir acara tersebut akan merusak ketentraman dan keharmonisan kehidupan beragama dan bermasyarakat di wilayah Kota Cirebon.

Disebutkan, dua orang anggota panitia tersebut diketahui memiliki track record berhubungan dengan terorisme. “Satu orang mantan napi teroris di Aceh dalam kasus meracuni anggota polsi dan satu orang lagi merupakan teman dari Sarif yang pernah mengebom mesjid di Polres Cirebon Kota beberapa tahun lalu, ini yang perlu di waspadai,” terang Adi Vivid, Minggu (18/6/2017). (Baca: Dai Wahabi Hina TNI-Polisi dan Sebut NKRI Negara Kafir Republik Indonesia)

Pada Sabtu (17/6/2017) sebelumnya, tim Polres Cirebon Kota telah mendatangi lokasi pertama, tempat dilangsungkannya acara di Masjid Al Jamaah Klayan, Komplek Pertamina. Disana dilakukan proses mediasi dengan DKM. Penolakan pun muncul dari pihak DKM dengan membatalkan acara tersebut karena dianggap terlalu provokatif.

“Kami bertemu Ust Asep dari DKM mesjid. Setelah diperlihatkan brosur ini dia kaget karena bahasanya ‘Awas Cirebon dan Jabar zona bidikan utama kristenisasi’. Secara resmi sebagai tuan rumah tidak setuju diadakannya bedah buku karena tidak sesuai kesepakatan awal,” jelasnya.

Kemudian Tim Siber Polres Cirebon Kota mendapati informasi melalui salah satu akun Facebook. Di akun Facebook tersebut dikatakan bahwa acara itu telah berpindah lokasi ke Mesjid Abdurahman Desa Panjunan. Setelah mengetahui hal tersebut, anggota datang ke TKP dan mengamankan seluruh anggota panitia, untuk menghindari munculnya hal-hal yang dapat menggangu ketentraman warga masyakarat Kota Cirebon. (Baca: Sheikh Azhar: Wahabi Cap Kafir Semua Muslim dan Ulama)

“Ada bantahan dari panitia karena menurutnya itu versi pamflet lama. Tapi kenapa tetap disebarkan di media sosial. Untuk mendalami ini kita akan dibantu oleh unit cyber crime Polda Jabar,” katanya.

Selanjutnya, seluruh anggota panitia telah dimintai keterangan di Mako Polres Cirebon Kota. Jika terbukti maka mereka akan dikenakan sanksi sesuai UU ITE Nomor 11 Pasal 45 Ayat 2.

“Kita jerat pasal tersebut, kita periksa pembicaranya Ust Bernard. Kita dalami latar belakangnya. Menurut pengakuannya, yang bersangkutan pernah jadi misionaris yang ditugaskan untuk memurtadkan umat muslim,” pungkas Adi Vivid. (SFA)

Sumber: Ayo Cirebon

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: