Fokus

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penembakan & Perampokan di SPBU Daan Mogot

Kamis, 15 Juni 2017 – 00.26 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan bahwa telah menangkap orang yang diduga pelaku perampokan dan pembunuhan Davidson Tantono (30). Davidson ditembak mati di Daan Mogot, Jakarta Barat, tak lama setelah mengambil uang di kantor BCA cabang Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (9/6/2017), siang.

“Yang (pelaku) Cengkareng sudah kami dapatkan, kami periksa,” kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/6/2017). Saat ini, Iriawan belum mau menjelaskan identitas orang yang ditangkap. Dia mengatakan nanti akan menyampaikan secara lengkap dalam konferensi pers. “Nanti kami rilis berikutnya. Ini sedang pemeriksaan,” kata dia

Dia mengatakan tim khusus langsung dibentuk tak lama setelah Davidson dirampok dan ditembak. “Begitu kejadian, polres bergerak, langsung Krimum Metro Jaya, gabungan dengan jatanras dan resmob pasti jalan,” kata Iriawan.

Davidson dirampok kawanan bandit bersenjata api ketika hendak memompa ban mobil Innova warna hitam di dekat SPBU, Jalan Daan Mogot, kilometer 12, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kepala korban ditembak salah satu pelaku ketika berusaha menyelamatkan tas berisi uang berkisar Rp350 juta yang ada di dalam mobil. Polisi menduga kawanan perampok sudah membuntuti korban sejak dari BCA cabang Green Garden.

Dimata-matai

Davidson diduga dimata-matai jaringan bandit ketika mengambil uang di kantor BCA cabang Green Garden. “Jadi kami mendapatkan informasi bahwa di bank yang bersangkutan ternyata di dalamnya sudah ada mata-mata. Artinya mata-mata ya dari kelompok ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.

Keberadaan orang yang diduga menjadi mata-mata didapatkan dari hasil analisa terhadap barang bukti. “Pokoknya di dalam itu dia melihat orang-orang siapa yang mengambil uang sendirian dalam jumlah yang besar, lebih dari satu orang di dalam itu, dia menunggu,” kata Argo.

Mata-mata yang berada di dalam ruang bank diduga berjumlah tiga orang. Tugas mereka mencari nasabah yang mengambil uang dalam jumlah banyak dan pergi tanpa pengawal.

“Sekitar tiga oranglah di situ menjadi mata-mata di situ, jadi dia bis mencari atau dia itu melihat lihat, nasabah siapa, nasabah mana yang dia sendirian dengan mengambil uang yang banyak,” kata dia.

Aksi bandit kelompok ini tergolong sistematis. Ada yang mengamati nasabah di dalam ruangan, ada juga yang memantau di luar kantor bank. Lalu, ada yang berperan membuntuti kendaraan nasabah.

“Kemudian juga di luar juga ada mata-mata juga, kemudian dia melihat mulai dari parkir. Kemudian ada juga nanti yang membuntuti, ada semuanya di situ,” kata Argo. (SFA)

Sumber: Suara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: