Fokus

Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Soal Penyerangan Ustadz di Tambun Utara

Jum’at, 23 Februari 2018 – 15.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BEKASI – Pihak Kepolisian Polres Metro Bekasi tidak main-main terhadap para penyebar berita bohong atau hoaks di media sosial. Pada Jumat (23/2/2018), Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara menyampaikan, pihaknya mengamankan S, pria yang diduga menyebarkan berita hoaks mengenai ustadz yang didatangi dua orang di rumahnya, Tambun Utara, Bekasi.

Baca: Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoax Ulama Bogor Dibacok

“Kami memeriksa satu orang penyebar informasi yang membuat gaduh di masyarakat,” ucap Candra saat dihubungi, Jumat. Menurut dia, S diamankan karena menyebarkan berita penyerangan terhadap ustadz di grup WhatsApp RW tempatnya tinggal.

Dalam kabar yang disebarkan tersebut, ditambahi bumbu penyerangan hingga berdarah-darah, pelaku membawa senjata tajam, serta menyebut kata Partai Komunis Indonesia (PKI). Sementara itu, menurut Candra, informasi tersebut tidak benar. Ia menyatakan, tidak ada senjata tajam yang dibawa pelaku yang mendatangi ustadz di rumahnya tersebut.

Baca: Akun twitter el diablo Bongkar Kader PKS dan Pegawai BNI yang Suka Sebar Hoax

“Isu tersebut tidak benar. Dalam tas pelaku tidak ada senjata tajam atau seperti yang dituduhkan dalam berita yang tersebar. Saya berharap masyarakat lebih bijaksana menggunakan media sosial,” ucap dia.

Guna mencegah terjadinya penyebaran informasi bohong di masyarakat, pihak kepolisian wilayah Polres Metro Bekasi akan menugaskan Babinkamtibmas untuk melakukan pendekatan terhadap warga.

Baca: Tim Cyber Polda Jatim Blokir Ribuan Akun Medsos Penyebar Hoax dan SARA

“Imbauannya bila ada peristiwa mencurigakan, ada ancaman, merasa terancam fisik maupun psikis, segera lapor. Jangan memviralkan dahulu. Itu tidak menyelesaikan masalah. Jangan juga mengeluarkan pernyataan spekulatif. Polisi pasti siap merespons,” kata Candra.

Sebelumnya, beredar kabar seorang ustadz di Tambun Utara mendapatkan teror. Kabar di media sosial itu bahkan menyebut para peneror membawa senjata, beratribut PKI, dan telah menargetkan sang ustadz.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan senjata, atribut PKI, atau daftar nama ustadz yang jadi sasaran dalam tas orang tersebut. Pelaku hanyalah orang yang meminta dana untuk hidup dari masjid ke masjid. Pelaku marah dan memaki-maki karena tidak diberi uang oleh sang ustadz.

Pemeriksaan lebih lanjut, pelaku, MFW (39), merupakan penculik dan pelaku pencabulan terhadap seorang remaja WN (15) yang ia ajak berkeliling meminta dana. Pelaku saat ini ditahan polisi. (SFA/Kompas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: