Fokus

Polisi Tangkap Pemred Media Abal-abal Pati Terkait Berita Hoax dan Fitnah

Sabtu, 06 Januari 2018 – 08.03 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipid Siber) Bareskrim Polri menangkap seorang pelaku penyebar berita bohong atau hoax yang menyebabkan pencemaran nama baik seseorang dengan menggunakan berita bohong.

Baca: Kepala Badan Siber Minta Maaf Soal #HoaxMembangun

Kepala Unit III Subdit II Bagian Penindakan Siber dari Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Irwansyah, mengatakan pihaknya telah membekuk pria berinisial ZA, yang mengaku sebagai pemimpin redaksi (pemred) sebuah media yang berpusat di daerah Pati, Jawa Tengah.

“Terlebih dahulu kami koordinasi dengan Dewan Pers, ternyata medianya tidak terdaftar. Oleh sebab itu kami melakukan penangkapan Kamis malam tadi,” kata Irwansyah di Kantor Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 5 Januari 2018.

Baca: Jerman Terapkan UU Ujaran Kebencian di Medsos

Ia menambahkan, ZA terbukti telah melakukan pencemaran nama baik terhadap salah satu anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi, yang difitnah melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui tulisan di portal beritanya.

“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memang mengakui bahwa yang bersangkutan ini adalah Pemred juga sebagai admin. Dia (ZA) mengakui waktu itu memalsukan berita tersebut karena pada saat itu viral,” katanya.

Sementara itu, Mulyadi mengapresiasi Kepolisian yang merespons dengan cepat atas laporan informasi hoax. Mulyadi juga mengaku namanya telah dicemarkan dengan berita yang telah dibuat oleh ZA.

Berita fitnah KDRT yang melaporkan dirinya ke MKD ternyata dibuat oleh media gadungan atau abal-abal dengan tujuan agar banyak dibaca oleh orang.

“Mengambil langkah hukum terhadap pelaku ini baru satu yang ditangkap saya minta diusut sampai tuntas apabila ada lagi pelakunya. Yang saya indikasikan diviralkan tentu ini berita bohong. Saya akan mengambil tindakan penegakan hukum,” kata Mulyadi.

ZA disangkakan Pasal 45 ayat 3 Juncto 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukum 4 tahun penjara. (SFA)

Sumber: Viva

1 Comment

1 Comment

  1. dudidur

    January 24, 2018 at 9:21 pm

    Pada kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak yang buruk. Penyampaian akan informasi begitu cepat dimana setiap orang telah dengan mudah memproduksi informasi, dan informasi yang begitu cepat tersebut melalui beberapa media social.

    Literasi media adalah perspektif yang dapat digunakan ketika berhubungan dengan media agar dapat menginterpretasikan suatu pesan yang disampaikan oleh pembuat berita. Orang cenderung membangun sebuah perspektif melalui struktur pengetahuan yang sudah terkonstruksi dalam kemampuan menggunakan informasi (Pooter, 2011).

    Kejadian kali ini, Bareskrim Polri menangkap seorang pelaku penyebar berita bohong atau hoax yang menyebabkan pencemaran nama baik seseorang dengan menggunakan berita bohong. Pria berinisial ZA diamankan selaku pimred sebuah media abal-abal berpusat di Pati, Jateng.

    Terimakasih Pakpol atas pengngkapan yang telah dilakukan terhadap pelaku penyebar berita hoax ini. Sebagai masyarakat alangkah baiknya kita mengoptimalkan literasi media serta internet sehat agar dapat mengenali ciri-ciri berita hoax.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: