Headline News

Polisi Tak Gubris Telpon Anies Untuk Tangguhkan Penahanan Sekjen FUI

Jum’at, 31 Maret 2017 – 16.15 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terus berupaya untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khathtath alias Gatot Saptono. Salah satunya dengan menelepon Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan. (Baca: Polisi Tetapkan Sekjen FUI Sebagai Tersangka Makar)

Gatot adalah salah seorang operator kampanye Anies di lapangan, termasuk aktor intelektual di balik mencuatnya politisasi SARA di pilkada DKI Jakarta.

Namun permintaaan Anies ini ditolak penyidik Bareskrim Polda Metro. Permintaan penangguhan yang dilakukan Anies terhadap Al Khathtath ini disampaikan oleh seorang sumber gerilyawan di Polda Metro Jaya.

“Memang, ada telepon dari Pak Anies meminta agar Gatot ditangguhkan. Tetapi kita abaikan saja,” ujar sumber gerilyawan yang juga serorang penyidik di Polda Metro Jaya. (Baca: Misteri Hilangnya Pendemo 313)

Penyidik ini mengaku tidak akan tunduk pada setiap upaya intervensi hukum. Sebab, dugaan tindak pidana terhadap Al-Khathtath ini sangat serius yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara.

“Mereka disangkakan dengan makar. Ini masalah serius dan taruhannya masa depan bangsa,” kata penyidik ini lagi.

Dalam operasi penangkapan terduga makar di hotel mewah Kempinski ini, selain Gatot Saptono, polisi berhasil menangkap 4 terduga makar lainnya. Mereka adalah Zainudin Asyad, Irwansyah dan Dikho Nugroho. Keempat terduga makar ini sudah digelandang ke Mako Bromob Kelapa Dua untuk diperiksa secara intensif. Dari tangan Gatot juga disita uang pecahan 50 ribu senilai ratusan juta.

Adapun satu orang terduga makar bernama Andry sedang dalam proses pencarian oleh polisi. Informasi terakhir, Andri berada di seputaran wilayah Tanjung Priok.

Sumber gerilyawan menyebutkan, 4 pentolan makar ini adalah pendukung Anies-Sandi. Meski secara struktur nama mereka tidak tercantum dalam daftar tim pemenangan Anies-Sandi, namun kontribusi mereka di lapangan sangat signifikan. Karena itulah, Anies memang sangat berkepentingan membebaskan Gatot Saptono mengingat posisi yang sangat sentral dalam tim kampanye Anies-Sandi.

Gatot adalah salah seorang operator kampanye Anies di lapangan, termasuk aktor intelektual di balik mencuatnya politisasi SARA di pilkada DKI Jakarta.

Hingga tulisan ini diturunkan, gerilyawan belum berhasil menghubungi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan. Telepon maupun pesan singkat yang dikirim belum juga mendapat balasan. Demikian juga dengan tim kampanye Anies-Sandi. Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M Taufik yang belum berhasil dikonfirmasi. (SFA)

Sumber: Kaskus

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: