Headline News

Polisi Saudi Bakar Ratusan Rumah Warga Awamiyah

Senin, 14 Agustus 2017 – 19.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi dilaporkan telah membakar sedikitnya 320 rumah di kota Awamiyah, timur kerajaan, yang telah dikepung selama tiga bulan lebih. (Baca: Inilah Kekejaman Terbaru Tentara Rezim Saudi di Awamiyah, 7 Warga Tewas)

Aktivis lokal melaporkan angka tersebut pada hari Senin, dan mengatakan polisi Saudi juga meratakan empat masjid dan tiga musolah, Al Mayadeen melaporkan. Awamiyah terletak di wilayah Qatif, provinsi Timur Arab Saudi. Sejak 2011, kota kecil berpenduduk 30.000 orang ini telah berfungsi sebagai pusat demonstrasi anti-rezim, dengan para aktivis yang menyerukan diakhirinya kebijakan diskriminatif kerajaan terhadap minoritas.

Wilayah tersebut telah menyaksikan kematian sporadis polisi Saudi di tangan orang-orang bersenjata yang tidak dikenal. Riyadh menyalahkan warga setempat atas serangan itu. (Baca: Pasukan Saudi Tembaki Perumahan Warga Sipil dengan Roket di Awamiyah)

Sejak bulan Mei, Riyadh telah melakukan pengepungan kota Awamiyah dengan dalih “kammpanye keamanan” terhadap orang-orang bersenjata di sana, melancarkan serangan hampir setiap hari terhadap penduduk sipil kota tersebut, menghancurkan daerah pemukiman, membakar bangunan, dan mengancam warga untuk pergi atau mati, mengutip laporan situs berita berbahaya Arab Mepanorama.

Organisasi yang berbasis di New York Human Rights Watch mengutip penghuni dan aktivis Awamiyah, yang mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan Saudi telah mengepung kota tersebut dan menutupnya sejak bulan Juli, AFP melaporkan.

Lingkungan al-Musawara, kota tua Awamiyah, telah menjadi daerah yang paling parah terkena dampak dalam tindakan keras tersebut. Pada hari Senin, sumber lokal mengatakan seorang anggota keamanan Saudi tewas di lingkungan tersebut. (Baca: Situasi Panas di Awamiyah, Penembak Jitu Saudi Tembak Mati Pemuda Qatif)

Rezim Saudi mengklaim bahwa pemberlakuan situasi keamanan dimaksudkan untuk membuka jalan bagi sebuah proyek “renovasi” grosir yang bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan perdagangan di kota tersebut.

Namun, seorang polisi Saudi yang difilmkan berjalan di tengah reruntuhan di al-Musawara, sambil menunjuk pada reruntuhan bangunan, mengatakan bahwa operasi tersebut dimaksudkan untuk menghapuskan aktivis anti-rezim di negara tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: