Asia

Polisi Malaysia Temukan Mobil Pembunuh Ilmuwan Palestina

Ilmuwan Palestina

Malaysia – Kepolisian Diraja Malaysia telah mengkonfirmasi menemukan mobil sewaan yang digunakan oleh pelaku penembakan seorang ilmuwan Palestina, Fadi Al-Batsh. Menurut laporan, mobil buatan lokal ditemukan pada Kamis (26/4/2018) pagi di daerah Kuala Lumpur.

Baca: Analis: Bin Salman korbankan Palestina hanya untuk normalisasi hubungan dengan Israel

“Kami telah mengidentifikasi pemilik (mobil) tetapi saya tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena penyelidikan kami masih berlangsung. Kami masih melacak semua tersangka,” ujar Kepala Polisi Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, Jumat (27/4/2018) seperti dikutip dari Straits Times, Jumat (27/4/2018).

“Kami tidak yakin apakah para tersangka masih berada di dalam negeri atau tidak,” ujarnya.

Baca: Di Malaysia, Sebar Hoaks & Fake News Dipenjara 6 Tahun dan Denda Rp 1,7 Milyar

“Saya sudah meminta Interpol untuk membantu penyelidikan kami dan kami telah menghubungi teman-teman kami di wilayah tersebut untuk membantu kami juga,” imbuhnya dalam konferensi pers, yang dikutip The Star.

Berdasarkan berbagai bukti dan penyelidikan, polisi percaya bahwa kedua tersangka memiliki kaki tangan yang membantu mereka.

“Kami yakin ada orang yang sudah menunggu mereka di Danau Kota,” ujar Fuzi Harun

Ia menambahkan bahwa polisi juga percaya bahwa para tersangka telah tinggal di berbagai tempat di Malaysia sebelum melakukan pembunuhan.

Perencanaan Matang

Sehari sebelum penemuan mobil yang diduga digunakan para pelaku penembakan al-Batsh. Kepolisian Diraja Malaysia menyebut pembunuhan itu sudah direncanakan setidaknya dalam empat bulan. Menurutu polisi, salah satu dari dua tersangka pembunuh al-Batsh telah berada di Malaysia sejak akhir Januari 2018.

Baca: Hacker Malaysia Bongkar Dokumen Konspirasi Busuk Serangan Kimia di Suriah

“Kami berhasil mendapatkan gambar tersangka berdasarkan keterangan saksi mata,” terang Fuzi Harun. “Kami percaya dia menggunakan dokumen identitas palsu untuk masuk ke negara ini,” lanjutnya seperti dikutip The Star, Kamis (26/4/2018).

Untuk menghindari kaburnya para tersangka dari Malaysia, pihak kepolisian telah memperketat keamanan dan pemeriksaan di imigrasi dan daerah perbatasan. “Kami telah memperketat keamanan di sepanjang perbatasan nasional kami,” ujar kepala polisi itu.

“Kami juga bekerja dengan lembaga penegak hukum lainnya, termasuk Departemen Imigrasi, untuk memperketat jaringan di sekitar tersangka,” imbuhnya. Ditanya apakah para tersangka adalah agen asing, Fuzi Harun hanya  berujar tidak bisa mengonfirmasi atau membantahnya.

“Kami masih menyelidiki. Namun, kami percaya mereka sangat terlatih karena serangan itu dilakukan secara profesional,” katanya. (SFA/Fakta)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: