Fokus

Polisi Buru Wakil Ketua DPRD Bali dari Gerindra Bandar Narkoba

Senin, 06 November 2017 – 21.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kapolda (Kepala Kepolisian daerah) Bali Irjen Pol Petrus R Golose turut memberi perhatian atas pengungkapan Wakil Ketua DPRD Bali dari kader Gerindra Jro Gede Komang Swastika yang menjadi tersangka bandar narkoba. Oleh karena itu, Polda Bali membentuk tim khusus bersenjata untuk memburu Swastika jika tidak menyerahkan diri.

Baca: KPK Tetapkan Kader Gerindra Ketua Komisi B DPRD Jatim Tersangka Suap Revisi Perda

“Pak Kapolda akan membentuk tim khusus bersenjata dan peralatan lengkap untuk melakukan penangkapan,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo di kantornya, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali, Senin (6/11/2017).

Polisi menggeledah kediaman Wakil Ketua DPRD Bali Jro Gede Komang Swastika terkait kasus narkoba. Polisi turut menyita sedikitnya 3 buku tulis. Buku tersebut adalah catatan pembukuan jual beli narkoba yang setiap transaksinya jutaan rupiah.

“Berdasarkan catatan pembukuan, setiap barang yang diterima dan keluar dicatat di sini,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo di kantornya, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali, Senin (6/11/2017) sore.

Beberapa lembar dari pembukuan itu tampak dirobek. Sementara halaman demi halaman tertulis tanggal pembelian atau penjualan, jumlah paket, total harga dan setoran.

Baca: Anggota Komisi 1 DPR Sebut Muhammad Syafii Gerindra Tak Pantas Pimpin Pansus RUU Terorisme

“Pembukuan ini tercatat dimulai dari tanggal 1 bulan Agustus tahun 2017. Ada beberapa lembar yang dirobek. Kita dalami apakah ada pembukuan yang lebih tua atau tidak,” ujar Hadi.

Berdasarkan pembukuan tersebut, angka transaksi bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan bahkan lebih. Oleh karena itu, petugas akan mendalami ada tidaknya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari jual-beli sabu yang dilakukan Swastika.

“Akan kita dalami dan kembangkan mengarah ke pencucian uang karena perannya sebagai bandar,” ucap Hadi.

Swastika dan istri ketiganya bernama Dewi Ratna serta kakak kandungnya I Wayan Kembar menjadi buronan polisi. Ketiganya kabur saat petugas melakukan penggeledahan di kediaman politisi Gerindra itu, Jl Pulau Batanta No 70, Denpasar, pada Sabtu (4/11) lalu.

“Kita siap melakukan penangkapan bekerjasama dengan Satgas Cyber, Transnational, and Organized Crime (CTOC) dan Ditres Narkoba Polda Bali,” ujar Hadi.

Wajah dan ciri-ciri Swastika dan 2 buronan lainnya telah disebar di seluruh jajaran Polda Bali dan Polri. Polisi juga melakukan cekal terhadap ketiganya karena Swastika diketahui beberapa kali ke luar negeri.

“Jika menemukan maka diserahkan kepada kami secara baik-baik. Kalau tidak mau baik-baik, maka kita akan lakukan tindakan keras. Jadi, segeralah menyerahkan diri,” ucap Hadi. “Informasi sementara yang bersangkutan masih di Bali, biarkan dia menyerahkan diri,” pungkasnya. (SFA)

Sumber: DetikNews

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: