Fokus

Polisi Buru Penyebar Hoax Foto-foto Rohingya di Medsos

Rabu, 06 September 2017 – 08.42 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Polisi mulai mendalami adanya penyebaran foto hoax terkait korban konflik etnis muslim Rohingya di Myanmar oleh pengguna jejaring sosial di Tanah Air. Pendalaman itu dilakukan untuk meminimalisasi potensi ketegangan dan mis informasi di masyarakat.

Baca: Kapolri: Isu Rohingya Digoreng oleh Kelompok Tertentu untuk Serang Pemerintahan Jokowi

Asisten Operasional (Asop) Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengatakan, fenomena beredarnya foto-foto hoax terkait etnis Rohingya di medsos menjadi perhatian polisi. Hal itu bisa mengancam stabilitas nasional.

“Jadi di medsos itu tidak semua yang ditampilkan semuanya itu benar. Ada hoax-nya begitu. Kita tahulah arahnya ke mana untuk mengganggu stabilitas Kamtibmas di Indonesia, ” kata Iriawan usai rapat koordinasi antisipasi demo Rohingya di Mapolda Jateng, Selasa petang, 5 September 2017.

Ia menyebut tim cyber Mabes Polri masih terus mendalami terkait penyebaran foto-foto hoax tersebut. Terlebih baru-baru ini pihaknya berhasil mengungkap kelompok Saracen yang menjual konten fitnah di jejaring sosial.

Baca: Dubes Indonesia Untuk Myanmar Ungkap Fakta Konflik Rohingya

“Foto-foto hoax itu masih kita dalami oleh tim cyber. Setelah Saracen kita ungkap tentunya ada kelompok lain yang melakukan ini,” ujar dia.

Dari penyelidikan awal, lanjut Iriawan, pola-pola terkait penyebaran foto hoax etnis Rohingya itu telah diketahui. Bahkan sejumlah posting-an yang memicu ketegangan juga telah diidentifikasi polisi.

“Seperti ada gambar (hoax) biksu dengan orang terbakar itu di Kongo kejadiannya. Ada biksu dan mayat ratusan itu juga hoax (kejadiannya) di Jepang waktu tsunami. Itu sudah bisa kita identifikasi,” tutur mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Baca: Eko Kuntadhi: Jangan Impor Konflik Rohingya ke Indonesia

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan gambar-gambar terkait Rohingya yang belum jelas asal-usulnya.  “Pasti kita akan melakukan klarifikasi atau statement dengan Kepolisian. banyak hoax yang terjadi,” jelas Iriawan. (SFA)

Sumber: Viva

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: