Fokus

Polisi Buru Pendoktrin 3 Keluarga Pelaku Bom di Jawa Timur

Teroris

SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan, rentetan teror bom yang terjadi dalam dua hari terakhir di Surabaya dan Sidoarjo dilakukan oleh keluarga. Setidaknya ada tiga keluarga yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Surabaya dan bom yang meledak sendiri di Sidoarjo.

Baca: Eko Kuntadhi: Kembali kepada Quran dan Hadis Adalah Slogan Busuk Kelompok Radikal

Tito mengungkapkan, ketiga keluarga tersebut tidak pernah berkunjung ke Suriah. Tapi ada satu keluarga yang pernah ke Suriah dan mendoktrin tiga keluarga itu melakukan aksi teror bom.

“Ada satu keluarga, saya tidak mau sebutkan namanya karena sedang kita cari. Satu keluarga ini adalah salah satu ideolognya kelompok ini (pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo). Itu yang baru pulang dari Suriah, atau salah satu yang ditangkap oleh Turki dan kemudian dideportasi ke Indonesia. Pimpinan dari keluarga inilah yang menjadi ideolog utama kelompok ini,” kata Tito, Senin (14/5).

Baca: Kelompok Radikal “Rampok Kampus-kampus Sekuler” di Indonesia

Teror bom yang baru terjadi di gerbang masuk Polrestabes Surabaya, Senin pagi, juga dilakukan oleh satu keluarga. Sang kepala keluarga berinisial TM, warga Rukah, Surabaya.

Kemudian teror yang dilakukan di tiga gereja di Surabaya, dilakukan oleh keluarga Dita Oepriarto. Lalu bom di Rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo juga dilakukan oleh satu keluarga. Kepala keluarga yang melakukan teror di Wonocolo tersebut diketahui bernama Anton Febriyanto.

Baca: Wahabi Ideologi Radikal Cetak Teroris

“Saudara Anton merupakan teman dekat dari Dita. Mereka aktif berhubungan dan kemudian pernah juga berkunjung ke Lapas Napi Terorisme di Tulungagung pada tahun 2016,” ujar Tito di Mapolda Jatim, Surabaya. (SFA/Republika)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: