Fokus

Polda Metro Jaya Kantongi Nama-nama Aktor Dibalik Spanduk Provokatif

Rabu, 22 Maret 2017 – 00.39 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Isu SARA yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan politik tentang pelarangan shalat jenazah di masjid bagi pemilih Ahok Pihak sudah di endus oleh pihak kepolisian. (Baca: Sumanto al-Qurtuby: Teror politik pengharaman shalat Jenazah)

Pihak kepolisian polda Metro Jaya mengklaim telah memiliki nama-nama aktor di balik munculnya spanduk provokatif. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana berjanji akan menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan bila ditemukan unsur pidana.

“Kita sudah kantongi beberapa nama, saya tidak perlu sebutkan tapi akan kita selidiki dan kita olah secara analisa hukum,” kata Suntana di Mapolda Metro Jaya, Selasa 21 Maret 2017.

Namun, Suntana enggan menjelaskan lebih jauh siapa aktor-aktor yang dimaksud. Sebab, nama-nama itu saat ini masih didalami untuk diklarifikasi lebih lanjut. “Siapa yang punya niat kami selidiki dan mendalami sesuai dengan tindak pidana yang ada,” tambahnya. (Baca: Dewan Masjid Indonesia: Tak shalatkan jenazah salahi aturan syariat Islam)

Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Komisaris Besar Merdisyam mengatakan, saat ini proses pengusutan terhadap munculnya spanduk larangan salat jenazah bagi orang yang berbeda pilihan politik itu masih dalam tahap penyelidikan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, pihaknya telah memintai keterangan warga sekitar lokasi pemasangan spanduk. Pun begitu, pihak Kepolisian menemui indikasi bahwa spanduk-spanduk itu dipasang secara sengaja oleh pihak tertentu. Namun polisi belum meminta keterangan dari pihak yang dicurigai. (Baca: Menag: Satu kampung berdosa kalau ada jenazah yang tidak di shalatkan)

“Sejauh ini warga mengaku nggak tahu siapa yang masang spanduk itu. Tapi tentunya akan kita klarifikasi informasi-informasi tersebut,” ujar Argo. Pihak Kepolisian juga mengimbau agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memasang spanduk provokatif maupun berisi hate speech. “Kami tegaskan ke MUI dan Dewan Masjid bahwa hal itu tidak dibenarkan, jadi kami sarankan kepada rekan-rekan untuk diturunkan,” kata Suntana.  (SFA)

Sumber: MetrotveNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: