Headline News

PM Irak Umumkan Operasi Pembebasan Hawija Akan Segera Dimulai

Kamis, 07 September 2017 – 07.14 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BAGHDAD – Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan tentara yang didukung oleh pasukan Kurdi, akan segera meluncurkan operasi untuk membebaskan kota Hawij di utara provinsi Kirkuk yang kaya minyak dari teroris ISIS Takfiri.

Baca: Warga Hawija Irak Serang Teroris dan Tewaskan Beberapa Komandan ISIS

Menghadapi wartawan dalam sebuah konferensi pers mingguan di ibukota Baghdad pada hari Rabu, Abadi menyatakan bahwa pasukan pemerintah yang bekerja sama penuh dengan pejuang Kurdi, Peshmerga, pada akhirnya akan merebut kembali kota tersebut, yang terletak 45 kilometer sebelah barat ibu kota provinsi Kirkuk, dan akan mengusir militan ISIS ke luar wilayah tersebut, jaringan televisi berbahasa Arab al-Sumaria melaporkan.

Dia menambahkan bahwa pasukan tentara Irak kemudian akan berusaha untuk merebut kembali daerah-daerah yang masih diduduki di provinsi Anbar.

Baca: Serangan Serempak, Operasi Pembebasan Hawija dari ISIS

Hawijah adalah satu dari empat kota Irak yang masih dikuasai oleh gerilyawan ISIS. Tiga kota lainnya di al-Qa’im, yang terletak hampir 400 kilometer barat laut Baghdad di dekat perbatasan Suriah, Anah dan Rawa berada di provinsi Anbar. Teroris ISIS menguasai Hawijah setelah menangkap Mosul dan beberapa kota Irak lainnya pada pertengahan 2014.

Referendum Kurdi

Di tempat lain dalam sambutannya, Abadi menyinggung referendum kemerdekaan yang akan datang di wilayah semi-otonom Kurdistan. “Memegang referendum tanpa memperhatikan hasil ramalan tersebut diterjemahkan sebagai tipuan orang yang disengaja,” kata perdana menteri Irak.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada jaringan berita televisi TRT Haber yang dikelola negara, bahwa Kurdistan Irak yang berencana mengadakan referendum kemerdekaan akan menyebabkan “perang sipil” di Irak.

Baca: 150 Intelijen Saudi Bergabung dengan ISIS dalam Pertempuran Mosul

Hoshyar Zebari, penasihat dekat Presiden Daerah Kurdistan (KRG) Masoud Barzani, mengatakan kepada Reuters pada 12 Agustus bahwa pihak berwenang Kurdi bertekad untuk mengadakan referendum pada 25 September terlepas dari semua keberatan. Pada bulan Juni, Abadi menggambarkan secara dini keputusan Barzani untuk mengadakan referendum.

Iran juga telah menyatakan penolakannya terhadap skema “sepihak”, yang menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan stabilitas Irak, dan bersikeras bahwa wilayah Kurdistan adalah bagian dari mayoritas negara Arab. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: