Headline News

PM Irak Semprot dan Bungkam Menlu AS Terkait Hashd al-Shaabi

Selasa, 24 Oktober 2017 – 06.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BAGHDAD – Perdana Menteri (PM) Irak Haider al-Abadi mengkritik komentar-komentar tak pantas yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengenai Unit Mobilisasi Populer di negara itu atau yang biasa disebut Hashd al-Shaabi.

Baca: Operasi Militer Hashd al-Shaabi Habisi Para Perwira Penting Teroris ISIS

“Tidak ada pihak yang memiliki hak untuk mencampuri urusan Irak,” kantor media Abadi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, mengutip sebuah sumber yang dekat dengan perdana menteri.

Abadi membuat ucapan setelah Tillerson mengatakan bahwa Iran dan semua negara lain yang saat ini membantu Irak dalam perjuangan melawan kelompok teroris ISIS harus meninggalkan negara Arab karena pertempuran sudah berakhir.

Baca: Pasukan AS Serang Pangkalan Militer Pejuang Hashd Al-Shaabi

“Pejuang asing di Irak perlu pulang dan mengizinkan rakyat Irak untuk kembali memegang kendali,” kata Tillerson di ibukota Saudi, pada hari Ahad. Tillerson berbicara setelah pertemuan langka dengan para pemimpin Irak dan Arab Saudi di Riyadh.

Hashd al-Shaabi adalah organisasi yang disponsori negara yang terdiri dari 40 kelompok. Pasukan tersebut dilaporkan berjumlah lebih dari 100.000 pejuang. Otoritas Irak mengatakan ada sekitar 25.000 sampai 30.000 pejuang dari Sunni di dalam barisannya selain Kurdi Izadi dan unit-unit Kristen serta Syiah.

Para pejuang telah memainkan peran penting dalam pembebasan wilayah yang dipegang ISIS ke selatan, timur laut dan utara ibukota Irak Baghdad, sejak para teroris melancarkan serangan di negara tersebut pada bulan Juni 2014.

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga membungkam ucapan Tillerson, dengan mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan komentar di bawah pengaruh petrodolar negara tertentu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif

“Tepatnya negara apakah Irak itu, yang bangkit kembali untuk mempertahankan rumah mereka dengan melawan ISIS?” Kata Zarif dalam sebuah tweet akhir hari Minggu. “Memalukan, kebijakan luar negeri AS didikte oleh petrodolar,” sambungnya.

Setibanya di ibu kota Afrika Selatan di Pretoria pada hari Minggu, Zarif juga mengecam kebijakan pemerintahan AS Donald Trump yang “mengisolasi dunia.”

Baca: Inilah Rahasia Kenapa Amerika Takut Sama Iran

“Sayangnya, Amerika tidak ingin memperbaiki sudut pandang mereka bahwa Iran adalah sumber stabilitas dan perdamaian serta juru kampanye melawan terorisme di kawasan ini,” katanya.

ISIS melancarkan serangan teroris di Irak pada tahun 2014. Dengan cepat mengambil alih berbagai wilayah di Irak dan ancaman untuk merebut Baghdad.

Iran telah memberikan bantuan militer kepada pemerintah pusat di Baghdad dan pemerintah daerah di Kurdistan Irak, membantu mereka untuk mempertahankan tanah dan memenangkan wilayah yang hilang dari kelompok teroris pada tahun 2014. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: