Fokus

Pilot Bule Lion yang Diciduk BNN Ternyata Doyan Ganja

Jum’at, 23 Juni 2017 – 02.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pilot asing diduga dari maskapai Lion Air karena menyembunyikan hasis alias olahan ganja. Saat ditangkap, pilot itu diduga masih fly dan hendak menerbangkan pesawat jurusan Lombok-Jakarta. Di linimasa, netizen marah besar.

Lokasi penangkapan pilot itu terjadi di Bandara Internasional Lombok, Rabu (21/6). Pilot itu bernama Rahul Sharma, pilot asal India berusia 30 tahun. BNN tidak menyebut pilot bekerja untuk Lion, tetapi dari name tag yang ditampilkan, terdapat logo Lion Air. Dari tangan Rahul, petugas BNN menyita 5,03 gram hasis lengkap dengan kertas papir yang disimpan di dalam sebuah kaleng besi. Rahul pun dites urine. Hasilnya, dia positif sebagai pengguna narkoba. Tidak pakai lama, dia langsung diciduk ke markas BNN di Jakarta.

“BNNP Nusa Tenggara Barat menangkap seorang pilot salah satu maskapai yang positif narkoba saat dilakukan tes urine. Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 5,03 gram narkotika jenis hasis,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, kemarin.

Buwas mengatakan, pelaku mengaku sudah mengkonsumsi barang haram ini di media tiga bulan terakhir. Bisa jadi, pilot India itu masih dalam pengaruh ganja ketika sedang bertugas. Apalagi, saat ini masuk waktu sibuk penerbangan mudik Lebaran. Menurutnya, seseorang jika mengkonsumsi hasis, jauh lebih besar dampaknya dibanding seseorang mengonsumsi ganja. Pasalnya, hasis bisa dibilang ekstrak dari ganja. Sangat berbahaya jika pengguna narkoba ini berpergian, terlebih menerbangkan pesawat.

“Pengaruhnya cukup berat hasis ini bahkan bisa lebih dari ganja. Hasis merupakan olahan dari ganja. Pengaruhnya bisa macam-macam, salah satunya halusinasi, sehingga ini sangat berbahaya ketika dia menerbangkan pesawat terlebih lagi yang bersangkutan berstatus pilot,” jelas Buwas.

Saat ini, Rahul masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Dia terancam dikenai pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 dngan ancaman 20 tahun penjara. “Sebagai bentuk dukungan BNN terhadap keamanan dan keselamatan para pemudik 2017. Saya memerintahkan BNNP dan BNNK untuk melakukan pemeriksaan tes urine kepada semua pengemudi baik darat, laut maupun udara,” pungkas Buwas.

Sementara, pihak Lion Air masih mengedapankan asas praduga tak bersalah. Mereka akan memberikan sanksi tegas seperti pemecatan jika yang bersangkutan terbukti bersalah. “Apabila itu penerbang kami maka kami akan segera memutuskan hubungan kerja dengan yang bersangkutan,” kata Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group dalam rilisnya, kemarin.

Andy menjelaskan, peraturan perusahaan secara tegas mengatakan bila terbukti memiliki, mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba akan diberhentikan dengan tidak hormat. Pihak Lion Air juga mengaku sudah memberikan penyuluhan soal bahaya narkoba pada pilot maupun seluruh ground staff mereka. “Kami juga melaksanakan DAT atau Drug and Alcohol Test secara berkala untuk seluruh pegawai. Kami tidak akan pernah mentolerir pengguna narkoba di lingkungan perusahaan kami,” tegas dia. (SFA)

Sumber: WartaPlus

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: