Amerika

Pidato Pedas Presiden Lebanon di Sidang PBB Kecam Zionis Israel

Jum’at, 22 September 2017 – 08.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Presiden Lebanon Michel Aoun mengecam pelanggaran berulang Israel atas kedaulatan negaranya, dan menuduh rezim Tel Aviv berusaha mencapai tujuannya dengan melakukan intimidasi terhadap negara-negara lain. Dalam pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 72 di New York, Aoun mengatakan pada hari Kamis bahwa Israel tidak pernah menghormati Lebanon dan negara tetangganya.

Baca: John Kelly Tampak Malu Saat Pidato Tak Jelas Trump di Sidang PBB

“Israel selalu berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon,” kata Presiden Lebanon, merujuk pada insiden baru-baru ini, termasuk serangan Israel terhadap posisi tentara Suriah yang diluncurkan dari wilayah udara Lebanon. “Pelanggaran ini bukan hal baru”.

Tentara Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 7 September bahwa salah satu posisi militernya di dekat kota Masyaf, yang terletak sekitar 40 kilometer sebelah barat ibu kota provinsi Hama, terkena sejumlah rudal yang ditembakkan dari pesawat tempur Israel yang terbang di atas wilayah udara Lebanon.

Dua hari kemudian, Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil meminta misi negara tersebut di PBB untuk mengajukan keluhan kepada Israel.

Baca: Hizbullah Vs Israel Diambang Perang Lebanon Jilid 3

Namun, baru beberapa hari militer Israel mengulangi pelanggaran di wilayah udara tersebut. Pada tanggal 10 September, sebuah pesawat Israel melanggar wilayah udara Lebanon di atas kota selatan Sidon, 40 kilometer (25 mil) selatan ibukota Beirut, yang menyebabkan ledakan sonik yang memecahkan jendela dan mengguncang bangunan.

Awal pekan ini, Aoun mengatakan dalam pertemuan dengan berbagai delegasi di sela-sela Sidang Umum PBB bahwa Israel masih “bersembunyi” di perbatasan Lebanon dan masyarakat internasional telah gagal menghentikannya.

“Musuh Israel tetap mengintai. Israel terus melanggar kedaulatan Lebanon melalui pelanggaran wilayah udara dan dengan demikian masyarakat internasional belum dapat memaksanya untuk mematuhi resolusi yang berlaku, bahkan dengan solusi internasional yang diajukan demi perdamaian di wilayah ini,” katanya.

Pemerintah Lebanon dan gerakan perlawanan Hizbullah, serta pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) telah berulang kali mengutuk overflights tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka benar-benar melanggar Resolusi 1701 dan kedaulatan negara tersebut.

Baca: Sekjen Hizbullah: Netanyahu & Israel Menangis atas Kekalahan ISIS di Suriah-Irak

Resolusi yang menjadi perantara gencatan senjata dalam agresi Israel pada 2006 terhadap Lebanon, meminta Tel Aviv untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Beirut. (SFA)

Sumber: Al-Manar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: