Fokus

Pesan Persatuan Negeri Jokowi Dihadapan Puluhan Ribu Banser NU & Kokam Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017 – 09.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YOGYAKARTA – Pemuda mempunyai peran yang sangat besar dan strategis bagi persatuan negeri. Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi inspektur upacara Apel dan Kemah Kebangsaan di Lapangan Siwa, kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, kemarin.

Baca: SANG FENOMENAL! Gus Yaqut dan GP Ansor

Kegiatan itu diikuti Gerakan Pemuda Anshor Nahdlatul Ulama (GP Anshor) melalui Barisan Serbaguna NU (Banser NU) dan Pemuda Muhammadiyah melalui Komando Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam Muhammadiyah).

Baca: Zainul Muttaqin Bungkam Opini ‘Teror Papua Banser Dimana’?

Presiden mengatakan tujuan kedatangannya ke Candi Prambanan dari Jakarta hanya satu, yaitu menjadi inspektur upacara dalam Apel dan Kemah Kebangsaan. Menurut Presiden, pemuda Islam di Indonesia memiliki pemikiran kekinian, milenial, dan visi ke depan.

“Ini adalah generasi yang akan mempunyai peran sangat besar bagi persatuan negeri ini dan kepemimpinan negara kita,” kata Jokowi. Presiden sempat menanyakan soal toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, serta semangat dan jiwa keindonesiaan kepada para peserta.

Dengan tegas para pemuda menjawab memilikinya. Jokowi menegaskan para pemuda yang hadir merupakan ahli waris darah juang ulama, penerus perjuangan Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan Kiai Haji Ahmad Dahlan.

Ia pun mengajak para pemuda untuk menjadi pejuang Islam yang rahmatul alamin, yaitu mengembangkan Islam Nusantara dan Islam berkemajuan.

Presiden mengingatkan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 714 etnik, dan lebih dari 1.100 bahasa daerah. Karena itu, keberadaan Indonesia sebagai negara kesatuan merupakan sebuah prestasi yang harus dibanggakan, dirawat, dan dijaga.

Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI

Banyak negara lain, kata Presiden, ingin belajar dari Indonesia. Salah satu yang ingin berguru ke Indonesia ialah Afghanistan yang terus berkonflik hingga lebih dari 40 tahun.

“Sudah sering saya sampaikan, (para pemuda) jangan saling mencela, ja­ngan saling menjelekkan, jangan saling memfitnah, jangan saling menyampaikan ujaran kebencian. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air. Kita harus ingat itu,” kata tegas Jokowi.

Ia pun mengajak umat muslim Indonesia memperkuat dan membangun diri masing-masing, meningkatkan daya saing, kreativitas, dan inovasi. Pemerintah akan selalu siap mendukung langkah-langkah mulia yang diajukan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang menjadi inisiator kegiatan mengatakan apel kebangsaan tersebut menyampaikan pesan penting bahwa pemuda muslim bergerak bersama me­rawat kebinekaan dan keindonesiaan di tengah perbedaan. (SFA)

Sumber: Media Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: