Headline News

Pesan Ancamam Houthi: Tak Ada Celah Bagi Abu Dhabi dari Rudal Yaman

Jum’at, 15 September 2017 – 07.48 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Abdul Malik al-Houthi, mengatakan bahwa negara tetangganya yaitu Uni Emirat Arab (UEA), saat ini Emirat bukan lagi negara yang aman karena rudal yang diproduksi oleh Yaman sekarang dapat ditembakkan ke titik manapun di wilayahnya atau dengan kata lain “Tak ada celah bagi Abu Dhabi dari Rudal Yaman”. Hal ini sebuah pesan ancamam serius dari Houthi.

Baca: Dari Abha Hingga Riyadh Akan Jadi Target Rudal-Rudal Yaman

Menghadapi para pendukungnya melalui pidato di televisi dari ibukota Yaman Sana’a, pada hari Kamis malam, Houthi mengatakan bahwa rudal Ansarullah mampu mencapai Abu Dhabi dan tempat lain di UAE.

Dia menambahkan bahwa Ansarullah juga memiliki beberapa pesawat tempur buatan yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

Militer Yaman, pada 26 Februari, meluncurkan empat drone tempur yang dirancang di dalam negeri dan diproduksi untuk mengumpulkan informasi mengenai posisi dan pergerakan milisi yang setia kepada mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi dan Raja Saudi, serta melakukan serangan udara terhadap mereka. Biro media komando operasi di Yaman menunjukkan pesawat tempur tempur Qasef-1 (Striker-1).

Baca: Kabar Gembira dari Yaman, Kekuatan Rudal Kami Ancam Koalisi Brutal Saudi

Satu-satunya drone tempur yang diluncurkan, yang diberi nama kode Qasef-1 (Striker-1), memiliki lebar sayap tiga meter dan panjang lambung 2,5 meter. Pesawat tak berawak ini memiliki daya tahan terbang 120 menit, dan mampu membawa muatan 30 kilogram.

Di tempat lain dalam sambutannya, pada hari Kamis, Houthi menekankan bahwa pejuang Ansarullah dan tentara Yaman berjuang melawan teknologi militer AS, yang digunakan oleh pasukan Saudi dan Emirati di Yaman.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Arab Saudi telah gagal berkali-kali selama kampanye militer melawan Yaman, dan menekankan bahwa para pejabat di Riyadh belum sadar meskipun kerugian besar yang ditanggung oleh kerajaan kaya minyak itu sebagai akibat dari petualangannya.

“Arab Saudi dan UEA membayar harga dari kebijakan mereka yang keliru. Kesalahan semacam itu memaksa mereka mengubah pendekatan mereka terhadap konflik di Suriah,” komentar Houthi.

Houthi juga mengatakan rekan-rekannya sesama pejuang dapat menargetkan kepentingan Saudi di Selat Bab el-Mandeb yang strategis, yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, yang menggarisbawahi bahwa rudal Ansarullah juga bisa menabrak instalasi minyak di daratan Arab Saudi.

Baca: Yaman Tegaskan Rudalnya Mampu Capai Doha, Abu Dhabi, Dubai dan Manama

Kepala Ansarullah menyatakan bahwa para agresor yang dipimpin oleh Arab Saudi berupaya membangun sebuah koloni. Houthi lebih jauh menolak tuduhan “tidak berdasar” Arab Saudi dan UEA bahwa Ansarullah berencana untuk memasang sistem monarki di Yaman, dan menyerukan kepada dunia Muslim untuk membantu Yaman. Dia mengatakan bahwa orang-orang Yaman dari semua lapisan masyarakat akan menunjukkan tekad gigih mereka selama demonstrasi besar-besar pada 21 September mendatang. (SFA)

Sumber: PTV

To Top
%d bloggers like this: