Internasional

Perundingan Astana Dimenangkan Bashar Assad

Sabtu, 28 Januari 2017 – 00.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ASTANA – Surat kabar The Times menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Richard Spencer berjudul “perundingan perdamaian Suriah berakhir dengan kemenangan Iran dan Assad”. (Baca: Kelompok Oposisi Rusak Perundingan Astana)

Penulis artikel ini mengatakan bahwa “perundingan damai Suriah telah berakhir dengan kemenangan besar bagi pemerintah Suriah dan Iran yang telah memberikan dukungan milter yang besar dan setelah memberikan dukungan terakhir dalam memainkan peran formal untuk memantau gencatan senjata di Suriah”.

Ia menambahkan bahwa “perundingan di Astana, ibukota Kazakhstan berakhir dengan bergabungnya Iran dengan Rusia dan Turki sebagai “penjamin” dari kesepakatan gencatan senjata di Suriah yang telah dicapai pada tanggal 30 desember 2016 lalu”.

Ia menuliskan bahwa “pihak oposisi telah menuduh pemerintah Suriah dan pasukan Iran telah melanggar gencatan senjata”.

Ia menjelaskan bahwa “pihak oposisi Suriah pada dasarnya merasa terusik dan keberatan dengan peran Iran di Suriah yang telah mengirimkan puluhan ribu pendukungnya dari Libanon, Pakistan, Irak, Afganistan dan Iran untuk mendukung presiden Suriah Bashar Assad”. (Baca: Tentara AD dan AU Suriah Kompak Usir Teroris dari Wadi Barada)

Artikel tersebut menyebutkan bahwa “Hizbullah Lebanon yang didukung oleh Iran telah memainkan peran utama dalam pertempuran paling kontroversional di Wadi Barada di barat Damaskus”.

Artikel tersebut menambahkan bahwa “Iran akan bertanggung jawab dalam memantau pelanggaran dari perjanjian gencatan senjata di Suriah dengan para tentaranya dan pendukungnya yang dituduh melakukan pelanggaran gencatan senjata ini”.

Richard Spencer yang menulis artikel ini menyimpulkan pada akhir artikelnya dengan mengatakan bahwa “pihak oposisi Suriah tidak punya pilihan lain selain menerima hasil perundingan tersebut setelah adanya persetujuan Turki, sang sponsor politik utama mereka. Selain itu, secara geografis Turki dikenal sebagai wilayah utama pemasok senjata untuk kelompok oposisi. Pihak oposisi Suriah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima janji dari Rusia bahwa pemerintah Suriah akan membebaskan 13 orang yang ditahan serta anak-anak mereka”. (SFA)

Sumber: AlMaalomah

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Iran, Rusia, Turki Sepakat Awasi Gencatan Senjata di Suriah | SALAFY NEWS

  2. Pingback: KOMPAK!!! Iran, Rusia, Turki Sepakat Kawal Gencatan Senjata di Suriah – VOA ISLAM NEWS

  3. Pingback: KOMPAK!!! Iran, Rusia, Turki Sepakat Kawal Gencatan Senjata di Suriah | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: