Headline News

Persekutuan Nakal Amerika-Turki

Kamis, 16 Februari 2017 – 08.17 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Situs Global Research Kanada, mengatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump, berusaha untuk memulihkan hubungan antara Washington dengan Ankara sepeti semula, pada saat yang sama ia telah mengambil sikap keras kepada China dan Iran. (Baca: Kenapa Kesepakatan Erdogan dan Raja Salman Buat Ketakutan Warga Turki?)

Dalam laporannya, situs Global Research mengatakan bahwa Trump ingin membuka inisiatif kepada Turki yang memungkinkan untuk mengembalikannya ke orbit Washington, dalam upaya untuk menghancurkan aliansi Turki, Moskow dan Teheran.

Situs ini menjelaskan bahwa Trump menegaskan akan merancang strategi besar untuk mencapai kepentingan Amerika, bukan hanya untuk menyembunyikan data-data, namun seperti yang ditunjukkan oleh kebijakan yang berhubungan dengan isu-isu eksternal.

Setelah melihat hubungan AS dan Turki mengalami ketegangan setelah aksi kudeta gagal pertengahan tahun lalu. Turki pada akhirnya mulai keluar secara bertahap dari orbit Washington dan jatuh dalam pelukan Moskow, serta telah mengambil langkah-langkah yang terkoordinasi dengannya. Hal ini telah menyebabkan perubahan dramatis dalam hubungan Turki dengan Barat, terutama perundingan krisis Suriah di Astana, yang dilakukan pada akhir Januari terakhir yang disponsori “Turki-Rusia”. (Baca: Ketegangan Turki dan AS Semakin Memanas Pasca Pembunuhan Dubes Rusia)

Global Research mengatakan bahwa Washington akan mengawasi gerak-gerik Ankara di tingkat internasional dalam berbagai kesempatan, terutama saat ia berpartisipasi dengan Moskow dalam operasi bersama untuk memerangi terorisme, yang membuatnya sadar bahwa AS akan kehilangan Turki, yang bisa berubah menjadi sekutu yang nakal.

Selain itu, juga menyatakan bahwa kebijakan mantan Presiden Obama terhadap pemerintah Turki, dan posisi pemerintahannya terhadap militan Kurdi, serta sikapnya dalam upaya kudeta yang gagal di Turki, membuka pintu untuk menjadi pesaing Amerika Serikat di masa depan, bukan sekutu.

Tapi presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menghindari putusnya hubungan komunikasi dengan AS, meskipun semua apa yang dilakukannya adalah untuk melemahkan pemerintahannya di masa lalu. Menurut Global Research, “Jika Erdogan ingin meninggalkan Washington, mengapa tidak menarik diri dari Konvensi tentang penggunaan senjata nuklir AS-NATO dan mengumumkan secara terbuka meninggalkan impiannya bergabung dengan Uni Eropa?”. (Baca: Mantan Menlu Suriah: Jika NATO Serang Suriah, Kami akan Bombardir Tel Aviv dengan Rudal)

Dan menambahkan bahwa Ankara berdiri di wilayah abu-abu sebagai negara merdeka, dan tidak ingin memutuskan hubungan dengan salah satu pesaing internasionalnya, bahkan dalam waktu yang terbatas. Ini sangat mengherankan, menurut pertanyaan dari para ahli tentang hal yang menyebabkan “Trump” untuk mencoba mengembalikan Turki ke orbit Internasional Washington.

Global Research melaporkan ada 4 poin yang  memicu krisis antara Washington dan Ankara adalah:

  1. Amerika mengizinkan “Fethullah Gulen” dalang dibalik aksi percobaan kudeta Turki tahun lalu, tetap tinggal di Amerika.
  2. Dukungan Washington pada pasukan demokratik Kurdi (SDF) dan unit perlindungan rakyat Kurdi (YPG) di Suriah, telah membuat marah Turki, yang berafiliasi dengan organisasi teroris PKK.
  3. Sikap Washington mengenai sengketa yang belum diselesaikan antara Ankara dan Siprus.
  4. Masalah jutaan pengungsi yang diterima oleh Turki sesuai dengan kesepakatan dengan Uni Eropa untuk menghentikan arus pengungsi.

Menanggapi tekanan yang dihadapi oleh Donald Trump untuk pemulihan hubungan dengan Turki, Washington berusaha untuk mengambil langkah-langkah berikut:

  1. Washington telah menyatakan niatnya untuk mempelajari situasi, dan akan mendeportasi “Fethullah Gulen” sesuai permintaan Turki.
  2. Washington membantah dalam penjelasannya -mungkin hanya bualan belaka supaya mendapat kerelaan Ankara- bahwa ia mengirim senjata kepada gerilyawan Kurdi di Suriah, dan mengklaim bahwa mereka telah memberikan senjata-senjata itu hanya kepada militan Arab.
  3. Tentara Turki diundang untuk berpartisipasi dalam serangan di Raqqah dan bergabung dengan operasi militer di kota Al Bab Suriah utara.
  4. Deklarasi dukungan untuk penyatuan kembali negosiasi Siprus untuk menyelesaikan sengketa antara Ankara dan Athena.
  5. Studi pembentukan zona penyangga di Suriah utara, dan ini adalah permintaan ngotot Turki untuk memberikan tempat bagi para pengungsi dan menjaga perbatsannya dengan Suriah bagian selatan. (SFA)
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Persekutuan Nakal Amerika-Turki | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: