Headline News

Persaingan Sengit antara “Ya” dan “Tidak” dalam Referendum Turki

Minggu, 16 April 2017

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Referendum Turki yang dihelat hari ini (16/04/2017) bisa menggeser sistem pemerintahan Turki dari parlemen menjadi presidensial. Sistem ini memperluas kekuatan Erdogan atas keamanan nasional, sistem peradilan, dan banyak lagi. Kritik mengklaim perubahan akan semakin memperkuat cengkeraman otokratis Erdogan pada negara.

Hubungan Erdogan dengan Barat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir setelah ia memenjarakan wartawan dan melabeli partai oposisi sebagai organisasi teroris. Sekarang, pemilih yang berusaha untuk membatasi kekuasaan presiden mengatakan mereka telah menerima ancaman kematian menjelang referendum.

Survei dari perusahaan polling Konda menunjukkan sebanyak 51 persen warga Turki akan memilih ‘Ya’ saat referendum, kantor berita Anadolu melaporkan. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: