Headline News

Pernyataan Dewan Agung Ulama Saudi Tentang Yerusalem Tanpa Sebut Nama Trump

Jum’at, 08 Desember 2017 – 15.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH– Pernyataan kontoversial presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem mengundang banyak tanggapan dan kecaman, tiidak terkecuali dari negara Arab Saudi. Dewan Agung Ulama Saudi turut menanggapi hal tersebut. Sekretariat Jenderal Dewan Agung Ulama Arab Saudi mengeluarkan sebuah pernyataan terkait Yerusalem namun pernyataan ini tidak menyebutkan nama presiden AS Donald Trump atau menyinggung keputusannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota entitas Israel dan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Baca: Analis: Bin Salman korbankan Palestina hanya untuk normalisasi hubungan dengan Israel

Dewan Agung Saudi, dalam pernyataannya menekankan kedudukan tinggi dari Yerusalem dan Masjid al-Aqsa dalam agama Islam dan nilai besarnya di dalam hati semua umat Islam di seluruh dunia. Dewan Agung Saudi mengatakan bahwa penyelesaian konflik Palestina harus mempertimbangkan nilai besar ini yang tidak dapat dipisahkan dari perasaan umat Muslim seluruhnya.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa “Yerusalem dan Baitul Maqdis adalah tanah yang diberkati sebagaimana yang disebut di dalam teks al-Quran tentang keberkahannya lebih dari satu tempat dan ia merupakan kiblat pertama, dan Nabi Muhammad pun pernah menuju ke Baitul Maqdis dalam perjalanan Isra Mirajnya. Dewan Agung Saudi juga menekankan bahwa penyelesaian konflik Palestina harus mempertimbangkan kedudukan mulia Yerusalem dan perdamaian yang ingin diwujudkan harus didasarkan pada asas kebenaran, keadilan dan kesamaan”.

Baca: TERBONGKAR! Kunjungan Rahasia Mohammed Bin Salman ke Israel

Selain itu, pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa “mengenai upaya Saudi terkait Yerusalem dan Masjid al-Aqsa, Arab Saudi berada di garis depan negara-negara Arab dan Muslim yang berkomitmen untuk membantu dan mendukung politik, ekonomi dan sosial dan ini adalah sebuah kebijakan konstan yang telah ada sejak didirikannya Kerajaan dan hingga saat ini”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: