Headline News

Peringatan Keras Sekjen Hizbullah Kepada Rezim Zionis Israel di Bulan Muharrom

Minggu, 01 Oktober 2017 – 20.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LEBANON – Sekjen gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, Hasan Nasrallah telah memperingatkan bahwa rezim Israel di bawah Perdana Menteri “bodoh” Benjamin Netanyahu yang mendorong kawasan ke dalam perang dan kekacauan tiada henti.

Baca: Sekjen Hizbullah: Netanyahu & Israel Menangis atas Kekalahan ISIS di Suriah-Irak

Netanyahu “hanya merencanakan perang”, Hassan Nasrallah mengatakan dalam sebuah pidato pada hari Minggu (01/10/2017) yang menandai peringatan meninggalnya Sayyidina Husain RA cucunda Nabi Muhammad SAW.

Orang-orang Israel tidak memiliki “penilaian yang benar mengenai dimana perang ini akan terjadi jika mereka menyalakannya,” katanya, dan menambahkan bahwa mereka “tidak memiliki gambaran yang benar tentang apa yang menantinya jika mereka pergi pada kebodohan perang ini.”

Sekjen Hizbullah juga meminta pemukim Israel untuk meninggalkan wilayah Palestina yang diduduki dan kembali ke negara asal mereka karena mereka tidak memiliki waktu atau tempat untuk melarikan diri setelah dimulainya perang Israel di Lebanon dan negara-negara regional lainnya. “Jika perang ini terjadi, pemukim Zionis akan membayar harga yang mahal, dan entitas akan mencapai kematiannya,” katanya.

Baca: Hizbullah Vs Israel Diambang Perang Lebanon Jilid 3

Israel meluncurkan dua perang di Lebanon pada tahun 2000 dan 2006, dimana kedua perang itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar pada militer rezim Zionis. Selama beberapa bulan terakhir, pejabat Israel mengancam akan melakukan perang lagi ke Lebanon.

Di tempat lain dalam pidatonya, Nasrallah mengatakan bahwa kelompok teroris ISIS adalah salah satu ancaman paling berbahaya bagi wilayah tersebut, yang telah mencemarkan citra agama suci Islam.

Akibatnya, mereka yang menciptakan ISIS dan memberikannya dukungan finansial dan persenjataan harus diperhitungkan. Dia lebih lanjut menekankan bahwa pertempuran anti-ISIS harus berlanjut sampai pemberantasan ke akar-akarnya, dan mendesak umat Islam untuk mengadopsi sikap keras terhadap ideologi Wahhabi-Takfiri.

Takfirisme merupakan merek dagang ISIS sangat dipengaruhi oleh Wahabisme, ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi dan dengan bebas disebarkan oleh ulama Saudi. Selain itu, Nasrallah mengecam agresi Saudi yang mematikan di Yaman, dimulai pada bulan Maret 2015 hingga saat ini.

Baca: Kenapa Zionis Israel Tidak Berani Perang dengan Hizbullah? Ini Jawabannya

Dia menekankan bahwa orang-orang Yaman menganggap perlawanan sebagai satu-satunya pilihan mereka untuk melawan invasi tersebut dan percaya bahwa biaya perang, meski tinggi, lebih baik dari pada penyerahan diri mereka kepada orang Saudi. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: