Asia

Perangi Terorisme Pihak Berwenang Xinjiang Larang Orang Pakai Jenggot

Jum’at, 31 Maret 2017 – 13.15 Wib,

SALAFYNEWS.COM, CHINA – Pihak berwenang dari Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur China akan memperkenalkan larangan “jenggot abnormal” untuk memerangi ekstremis, situs informasi Tianshan Van melaporkan. (Baca: STRES, KETAKUTAN! Teroris ISIS Lepas Seragam dan Cukur Jenggot)

Menurut situs Tianshan Van, seperangkat aturan diadopsi pada sidang Majelis Perwakilan Rakyat Xinjiang, yang diselenggarakan sehari sebelumnya. Ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 April.

Selain larangan “janggut normal”, penyebaran ideologi ekstremis dan campur tangan dalam kebebasan beragama juga telah dilarang.

Menurut undang-undang yang baru diberlakukan, dilarang untuk mengenakan pakaian yang sepenuhnya menutupi wajah dan tubuh, serta atribut ekstrimis di tempat umum. Karyawan bandara, stasiun kereta api dan transportasi umum telah diperintahkan untuk menutup pintu bagi mereka yang masih mengenakan pakaian tersebut dan melaporkan tentang mereka kepada badan-badan penegak hukum. (Baca: Tukang Cukur Pekerjaan yang Dibenci Teroris ISIS, Kenapa?)

Sebelumnya, wakil ketua Badan Legislatif Daerah Komite Standing Xinjiang, Dong Xinguang, mengatakan bahwa pihak berwenang di kawasan itu berencana untuk mengadopsi satu set aturan untuk memerangi ekstremisme pada tahun 2017. Menurut dia, Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur juga sangat membutuhkan undang-undang tentang keamanan cyber. Pada bulan Agustus 2016, pihak berwenang di wilayah ini mengadopsi versi mereka sendiri dari hukum anti-teroris. (Baca: ‘Jihad Seks Ala Zionis Israel’ Senjata Terbaru Mossad)

Kelompok teroris Turkistan dari Partai Islam (TIP), juga dikenal sebagai Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM), yang beroperasi di wilayah Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur. Beijing menuduh kelompok itu berusaha membagi negara, serta memiliki koneksi dengan organisasi teroris internasional, khususnya dengan Al-Qaeda. Menurut laporan media, Turkestan Timur telah merekrut penduduk lokal dan mengirimnya ke kamp-kamp pelatihan militan di Suriah dan Irak. (SFA)

Sumber: Southfront

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: