Eropa

Perang Nuklir AS Vs Rusia di Suriah Tak Terhindarkan

Amerika VS Rusia di Suriah
Amerika Vs Rusia

MOSKOW – Anggota parlemen Rusia percaya bahwa Amerika Serikat telah melewati batas garis merah dalam kebijakan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi. Mereka menyinggung kemungkinan penyebaran senjata nuklir Rusia di Timur Tengah, yaitu di Suriah.

“Saya pikir Rusia juga harus menarik garis merahnya sendiri,” kata wakil ketua pertama Kebijakan Ekonomi,  Pengembangan Inovatif, dan Kewirausahaan, Komite Duma Negara,  Vladimir Gutenev.

Baca: Wajah Busuk Amerika di Suriah, AS Latih Militan Baru untuk Perangi Assad dan Rusia

“Sudah saatnya para ahli harus mempertimbangkan opsi tanggapan asimetris kepada Amerika Serikat yang akan setara dengan sanksi mereka dan menyebabkan mereka menderita serangan balik,” kata pejabat itu menambahkan sebagaimana dikutip Pravda.ru pada hari Senin (27/08).

Anggota parlemen itu percaya bahwa Rusia bisa mengerahkan senjata nuklir taktis mereka di negara lain, misalnya, di Suriah. Rusia juga bisa beralih ke mata uang cryptocurrency untuk transaksi senjata. Dan pada akhirnya setelah semua itu, Rusia bisa menarik diri dari beberapa perjanjian bersejarah dengan AS, termasuk perjanjian non-proliferasi teknologi rudal.

Rusia harus mengikuti contoh Amerika Serikat dan menyebarkan senjata nuklir taktisnya di negara lain, kata Gutenev.

Baca: Komentar Pedas Rusia kepada Amerika: Militer AS di Suriah Seperti Pendudukan

Amerika Serikat sudah memberlakukan sanksi pada negara-negara yang membeli senjata Rusia. Di masa depan, anggota parlemen itu yakin bahwa AS akan menciptakan sanksi serupa bagi perusahaan yang ingin membeli produk sipil dari Rusia. Dalam hubungan ini, Rusia dapat mempertimbangkan operasi dalam mata uang kripto yang dipatok emas. “Ini akan menjadi opsi yang sangat menarik bagi China, India, dan negara lain,” kata anggota parlemen tersebut.

“Ketika Anda berada di ring tinju, Anda tidak bisa menghindari semua pukulan tanpa meninju balik lawan Anda, terutama ketika tinju berubah menjadi seni bela diri karena wasit maupun WTO dan lembaga internasional lainnya hanya duduk berpangku tangan serta tidak melakukan apa pun,” kata Gutenev menambahkan.

Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah

Adapun sanksi saat ini, mereka tidak akan dapat menyebabkan kerusakan serius pada industri pertahanan dalam negeri, katanya. “Program substitusi impor telah menunjukkan hasil yang sangat baik, pemasok alternatif telah ditemukan, dan basis nomenklatur yang diperlukan untuk peralatan elektronik telah dibeli beberapa tahun sebelumnya. Namun, mereka tidak ingin memperlambat sanksi, kebijakan ini menjadi tak terelakkan, yang merupakan tren yang mengkhawatirkan”, tutupnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: