Amerika

Perang Iran Vs AS di Selat Hormuz

Iran VS Amerika
Iran VS Amerika

TEHERAN – Provokasi Donald Trump dengan kebijakan embargo perdagangan minyak Iran, kini naik ke tingkatan baru yang lebih panas sebab telah melibatkan perang pernyataan dari dua angkatan bersenjata.

Komandan pasukan elit Garda Revolusi Iran, Kamis (5/7/2018) ini, menyatakan siap mengeksekusi sinyal Presiden Iran Hassan Rouhani untuk memblokade Selat Hormuz.

Baca: Analis: Perseteruan di Timur Tengah Antara Iran VS Saudi, atau Iran VS Amerika Serikat?

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Eropa, Presiden Hassan Rouhani menyatakan negaranya bisa saja memboikot perdagangan minyak yang melintasi Selat Hormuz jika Amerika Serikat terus berupaya menghacurkan Iran dengan memboitkot perdagangan minyak antara Iran dan negara-negara lain.

Selat Hormuz memisahkan Iran dan Uni Emirat Arab, tepatnya antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Selat Hormuz adalah arteri terpenting dalam perdagangan minyak dunia. Sekitar 17 juta barrel minyak bumi per hari dari Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak masuk ke pasar dunia melaui Selat Hormuz. Jumlah itu 35 persen dari total perdagangan minyak global melalui laut. Ditambah pula seluruh ekspor gas alam cair (LNG) Qatar melalui selat ini.

Baca: Perang Iran-Amerika Semakin Dekat

Komandan pasukan elit Garda Revolusi Mohammad Ali Jafari berharap Presiden Rouhani memerintahkan pasukan memblokade Selat Hormuz agar musuh (Amerika Serikat) paham bahwa selat itu bisa digunakan oleh siapapun atau tidak sama sekali. Jika Iran tidak bisa berdagang minyaknya, negara-negara teluk lain pun tak akan bisa.

Menghadapi ancaman pasukan elit Iran ini, militer Amerika Serikat, terutama Angkat Laut tidak tinggal diam. Juru bicara Komando Angkatan Laut Amerika Serikat mengirim surel kepada media bahwa pasukannya berkomitmen menjaga keamanan dan stabilitas kawasan itu.

Baca: Inilah Rahasia Kenapa Amerika Takut Sama Iran

Pertempuran antara pasukan elit Garda Revolusi Iran dan angkatan laut Amerika Serikat pernah nyaris pecah di Selat Hormuz pada 2012 silam ketika negara-negara Eropa dan Amerika Serikat pertama kali mengembargo perdagangan minyak Iran. Akankah perang di Selat Hormus kali ini benar-benar pecah? Semoga saja tidak. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: