Amerika

Perang Diplomatik Antara Rusia dan Amerika

Sabtu, 31 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Perang diplomatik antara Amerika Serikat dengan Rusia telah pecah setelah keputusan presiden AS, Barrack Obama atas serangkaian tindakan yang dilakukan terhadap Moskow pada hari kamis (29/12), yang menyebabkan kecaman Kremlin terhadap Washington, sementara itu Donald Trump terlihat berusaha untuk meringankan efek keputusan ini.

Pada hari kamis (29/12) presiden Barrack Obama telah memerintahkan pengusiran terhadap 35 diplomat Rusia dan memberlakukan sanksi pada pejabat intelijen Rusia yang diyakini oleh Washington bahwa mereka terlibat dalam aksi peretasan sistem komputer milik lembaga-lembaga politik AS selama pemilihan presiden AS kemarin yang dimenangkan oleh Donald Trump. (Baca: Rusia Mampu Lakukan Apa yang Tak Bisa Dilakukan AS di Suriah)

Tindakan ini diambil Obama pada hari-hari terakhirnya menjabat sebagai presiden AS, yang menunjukkan penurunan tingkat hubungan AS dan Rusia yang telah memburuk akibat berbagai perselisihan terkait penguasaan Rusia atas Krimea dari Ukraina serta intervensi Rusia di Suriah yang berdiri di samping presiden Bashar Assad.

Obama mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, ”tindakan ini kami lakukan setelah peringatan yang disampaikan secara tersembunyi dan terang-terangan yang kami sampaikan berulang kali pada pemerintah Rusia, dan presiden Obama menyebut hal ini sebagai balasan yang tepat dan diperlukan atas upaya yang merugikan kepentingan AS yang melanggar norma-norma internasional yang kuat”.

Hingga saat ini masih belum jelas apakah Donald Trump yang berulang kali memuji presiden Rusia Vladimir Putin dan menunjuk orang-orang terdekat Moskow untuk menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan barunya, akan berusaha untuk membatalkan keputusan ini atau tidak setelah ia berkuasa pada 20 Januari mendatang.

Namun, presiden terpilih dari Partai Republik ini mengeluarkan pernyataan terkait tindakan yang baru-baru ini diambil Obama, ia mengatakan bahwa “sudah waktunya untuk berpindah pada hal-hal lain yang lebih penting”. Trump dikabarkan akan menemui pejabat-pejabat intelijen dalam waktu dekat untuk membuktikan masalah peretasan yang dituduhkan pada Rusia, seperti dilansir oleh kantor berita Almaalomah (30/12).

Sementara itu, Moskow telah membantah semua tuduhan AS ini dan Kremlin menuduh balik Washington  ingin “menghancurkan sepenuhnya” hubungan dengan Moskow. Seorang juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa “kami menolak pernyataan dan tuduhan pihak AS yang tidak berdasar terhadap Rusia”.

Ia menambahkan bahwa keputusan Washington tersebut memiliki dua tujuan yakni, kehancuran sepenuhnya bagi hubungan AS-Rusia yang selama ini telah terjalin dengan buruk, serta mengarahkan hantaman besar pada proyek-proyek yang berada di bawah kebijakan luar negeri pemerintahan presiden terpilih Donald Trump. (Baca: Zakharova: Ini Bukti Pengkhianatan Amerika di Suriah)

Setelah menyatakan penyesalannya atas keputusan yang telah diambil oleh pemerintah AS dan presiden Obama secara pribadi, Kremlin bersumpah akan membalas AS dengan balasan yang setimpal. Dmitry Peskov mengatakan bahwa tanpa diragukan lagi bahwa Rusia akan membalas tindakan AS dengan balasan yang sesuai berdasarkan prinsip timbal balik”.

Obama mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri AS telah mengumumkan 35 anggota intelijen Rusia sebagai “persona non grata” atau orang-orang yang tidak diinginkan dan menutup dua kompleks diplomatik Rusia di New York dan Maryland  yang digunakan oleh Rusia untuk tujuan-tujuan terkait informasi intelijen. (Baca: Moskow Kirimkan “Salam Perang” kepada Washington untuk Suriah)

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa warga Rusia yang diusir adalah para diplomat, sementara seorang pejabat senior AS mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa langkah-langkah tersebut mencakup  semua diplomat yang bekerja di kedutaan besar Rusia di Wahington dan konsulat di San Fransisco. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: