Fokus

Perang ‘Bodoh’ Saudi di Yaman

Minggu, 19 November 2017 – 15.57 WIb,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Inilah komentar pedas yang dikeluarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres menyatakan bahwa agresi Arab Saudi yang telah berlangsung lama di Yaman sebagai tindakan “bodoh,” dan mengatakan bahwa blokade di negara miskin tersebut harus segera diakhiri.

Baca: Perang Yaman Kutukan Bagi Dinasti Kerajaan Saudi

Berbicara kepada wartawan pada hari Kamis, juru bicara sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa Guterres telah menulis sebuah surat kepada utusan Arab Saudi untuk PBB, Abdallah al-Mouallimi, meminta rezim Saudi dan sekutunya untuk membuka kembali pelabuhan laut dan bandara udara serta perbatasan Yaman.

“Sekjen PBB sangat kecewa karena kami belum melihat pencabutan blokade,” kata Dujarric, dan menggarisbawahi frustrasi Guterres dengan pejabat Saudi yang tidak menghiraukan seruan internasional untuk menghapus pengepungan tersebut.

Guterres dan pejabat tinggi PBB “patah hati melihat pemandangan di Yaman dan risiko penderitaan orang-orang Yaman,” Dujarric menambahkan.

Baca: Perang Yaman dan Panasnya Perselisihan Dua Pangeran Saudi

“Ini adalah krisis buatan manusia,” katanya merujuk pada kampanye militer yang tidak beralasan yang telah menewaskan lebih dari 12.000 orang Yaman sejak dimulai pada Maret 2015, dan menyatakan bahwa Guterres menyebutnya sebagai “perang bodoh”.

Awal bulan ini, Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup perbatasan udara, laut, dan darat Yaman, setelah pejuang Yaman menargetkan sebuah bandara internasional dekat ibukota Saudi.

Sementara PBB telah menetapkan Yaman dalam kondisi krisis kemanusiaan nomor satu di dunia, di mana 17 juta orang sangat membutuhkan makanan, tujuh juta di antaranya menghadapi kelaparan.

Agresi brutal Saudi juga membuat penyebaran wabah kolera ke hampir seluruh pelosok negari, hingga menewaskan lebih dari 2.200 orang dan menyebabkan hampir satu juta orang lebih terinfeksi.

Dalam suratnya kepada Mouallimi, Guterres meminta koalisi Saudi untuk mengizinkan penerbangan PBB ke ibukota Yaman, Sana’a, dan Aden, serta membuka kembali pelabuhan utama Hudaydah dan Salif.

Baca: Pangeran Saudi Bongkar Rahasia Soal Perang Yaman

Dia juga menawarkan untuk mengirim tim PBB ke Riyadh untuk melakukan pembicaraan mengenai pemeriksaan menyeluruh di pelabuhan Hudaydah, setelah Arab Saudi mengklaim bahwa kapal-kapal yang berlabuh di sana digunakan untuk menyelundupkan senjata ke wilayah-wilayah yang dikendalikan oleh gerakan Houthi Ansarullah.

Arab Saudi memulai perang dua tahun yang lalu dalam upaya untuk menginstal ulang mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh, dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Sejak dimulainya perang brutal, Ansarullah dan tentara nasional serta kelompok-kelompok populer telah bergabung untuk membela negara dari agresi Saudi. Selama dua tahun terakhir, Houthi juga telah menjalankan roda pemerintahan. (SFA)

Sumber: Arrahmahnews.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: