Eropa

Perancis Minta Pasukan Irak untuk Musnahkan Warganya yang Gabung ISIS

Kamis, 01 Juni 2017 – 18.26 Wib

SALAFYNEWS.COM, PARIS – Perancis diduga memberikan informasi intelijen penting kepada pasukan darat Irak yang memerangi ISIS untuk menargetkan dan memusnahkan warga negara Perancis yang telah bergabung dengan organisasi teroris tersebut. (Baca: Gadis Perancis Tergila-gila kepada ISIS)

Muncul sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Wall Street Journal yang menemukan bahwa pasukan khusus Perancis telah meminta bantuan pasukan Irak untuk memastikan bahwa warga negara Perancis yang bergabung dengan ISIS dan berperang di negara tersebut tidak bisa lolos supaya tidak menimbulkan ancaman teror saat mereka kembali ke negaranya.

Foto-foto, alibi dan koordinat lokasi yang dikumpulkan dari pesawat pengintai dan intelek interkom radio telah diberikan untuk membantu perburuan, WSJ melaporkan.

Baik sumber Perancis maupun Irak mengungkapkan berapa banyak warga Perancis yang terbunuh dalam operasi tersebut, namun dinyatakan bahwa sekitar 30 orang telah diidentifikasi sebagai sasaran senior dan ‘bernilai tinggi’. (Baca: Bongkar Kerjasama Rahasia Perusahaan Perancis “Lafarge” dengan ISIS di Suriah)

Ratusan dari 1.700 warga Perancis yang diyakini telah bergabung dengan ISIS sejak kelompok tersebut mulai beroperasi pada tahun 2014 diperkirakan telah terbunuh dalam pertempuran sampai saat ini.

Perancis diyakini satu-satunya negara Barat yang secara aktif memburu warganya di Irak dan Suriah – sebuah situasi yang diakui oleh para ahli sebagai wilayah hukum yang tidak bertradisi. Namun, Kementerian Pertahanan Perancis tidak segera menanggapi hal tersebut.

Perancis telah menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak kekerasan ISIS di luar wilayah kelompok tersebut di Suriah dan Irak. Sebanyak 236 orang tewas dalam serangan baru-baru ini di Perancis, termasuk serangan November 2015 di Paris, dan serangan truk pada Juli 2016 di Nice.

Sekitar 1.200 tentara Perancis saat ini dikirim ke Irak untuk membantu koalisi yang dipimpin AS dalam pertempuran untuk merebut kembali kota Mosul dari kelompok ekstrimis. Perancis juga merupakan bagian dari kampanye udara yang dipimpin AS dalam melawan ISIS di negara tetangga Suriah. (Baca: Hasil riset; Teroris ISIS Eropa Berasal dari Perancis, Jerman, Inggris)

Dalam sebuah pertemuan dengan sekutu Suriah Presiden Rusia Vladimir Putin di Versailles pada hari Senin, Presiden Perancis Emmanuel Macron yang baru terpilih mendesak sebuah “kemitraan yang lebih dekat” dengan Rusia dalam memberantas ekstremis yang aktif di kedua negara. (SFA)

Sumber: Independent

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: