Eropa

Perancis Desak Saudi Cabut Sanksi atas Qatar

Minggu, 16 Juli 2017 – 05.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, QATAR – Perancis meminta Arab Saudi Cs untuk segera mencabut sanksi terhadap warga negara Qatar setelah perpecahan diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya antara negara-negara Teluk Persia. (Baca: Washington-Doha Capai Kesepakatan, Saudi Cs Tetap Pertahankan Sanksi atas Qatar)

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyampaikan ucapan tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di ibu kota Qatar, Doha, pada hari Sabtu dalam upaya untuk memperbaiki keretakan selama sebulan di wilayah Teluk Persia.

“Prancis menyerukan pengangkatan secepat mungkin dari tindakan yang mempengaruhi populasi pada khususnya, warga yang memiliki kewarganegaraan ganda telah terpisah atau pelajar,” kata menteri tersebut. (Baca: Saudi Tuduh Qatar Lakukan Serangan Propaganda Lewat Twitter)

Le Drian, yang tiba di Qatar beberapa jam sebelum konferensi pers, bermaksud untuk memulai tur Teluk Persia yang bertujuan untuk meredakan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, melalui mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara yang terlibat, khususnya Arab Saudi dan Qatar.

Diplomat Prancis juga mengatakan negaranya masing-masing “harus menjadi fasilitator dalam mediasi” yang dipimpin oleh Kuwait, seorang kunci mediator dalam krisis tersebut.

Le Drian, yang telah bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, juga mengatakan Paris “sangat prihatin dengan kemerosotan hubungan antara Qatar dan banyak tetangganya.” Dia menambahkan bahwa Prancis sedang berbicara dengan semua negara bagian yang terlibat dalam barisan dalam upaya untuk “membantu mencari solusi” sambil menyerukan “dialog dan ketenangan” antara negara-negara Arab yang bersangkutan.

Menteri luar negeri Qatar, menyambut baik dukungan Perancis untuk mediasi dalam barisan yang bertujuan untuk menemukan solusi “berdasarkan dialog yang konstruktif … dan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional”. (Baca: Mesir Tak Punya Hak Larang Kapal Qatar Lewati Terusan Suez)

Sheikh Mohammed, mengacu pada tindakan hukuman yang diberlakukan terhadap Doha oleh blok pimpinan Saudi, mengatakan bahwa membatasi terorisme tidak dapat dilakukan melalui “mempraktikkan terorisme politik dan intelektual terhadap sebuah negara.”

Tur mediasi Le Drian dimulai hanya beberapa hari setelah Sekretaris Negara AS Rex Tillerson menyimpulkan usaha serupa yang tidak berhasil. Menteri luar negeri Prancis akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi, Kuwait dan UEA. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: