Amerika

Pentagon: Sedikitnya 105 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara AS di Mosul

Jum’at, 26 Mei 2017 – 05.52 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Pentagon mengatakan setidaknya 105 warga sipil Irak kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara AS di kota Mosul pada bulan Maret lalu. (Baca: Inilah Cara ISIS Menyelamatkan Diri dari Serangan Udara Irak)

AS membombardir sebuah bangunan beton di distrik al-Jadida barat Mosul, di mana pasukan Irak berperang melawan teroris, pada 17 Maret. Serangan udara mematikan itu menyebabkan bangunan tersebut runtuh.

Pentagon mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa AS telah melakukan serangan fatal tersebut dan meluncurkan penyelidikan apakah itu amunisi AS, bahan peledak milik teroris Takfiri ISIS, atau keduanya yang menyebabkan bangunan tersebut jatuh.

Pada hari Kamis, penyelidikan Pentagon menemukan bahwa sebuah bom GBU-38 AS seberat 500 pon memicu ledakan sekunder dari perangkat yang ditanam secara sembunyi-sembunyi oleh ISIS di dalam bangunan tersebut, yang menyebabkan struktur bangunan tersebut runtuh, kantor berita AP melaporkan. (Baca: ISIS Irak Semakin Terjepit Pasca Pemerintah Setujui Serangan Rusia)

Brigadir Jenderal Angkatan Udara AS Matthew C. Isler, penyidik ​​utama, mengatakan 101 warga sipil tewas di gedung tersebut, dan empat lainnya meninggal dalam bangunan di dekatnya.

“Ledakan sekunder tersebut memicu kegagalan struktur gedung dengan cepat, yang membunuh dua penembak gelap ISIS (Daesh), 101 warga sipil yang berlindung di lantai bawah gedung dan empat warga sipil di bangunan sebelah bagian barat,” kata Isler, seperti yang dikutip Reuters.

Dia juga mencatat bahwa 36 warga sipil masih belum diketahui keberadaannya, dan menambahkan bahwa pasukan AS tidak tahu ada warga sipil di gedung tersebut atau telah dipasang bahan peledak.

Sementara pejabat lokal dan saksi mata mengatakan sebanyak 240 orang mungkin terbunuh dalam serangan udara AS, Sumaria News melaporkan.

Korban tewas adalah salah satu yang tertinggi dalam kampanye militer yang dipimpin oleh AS terhadap apa yang diklaim memerangi ISIS.

AS dan beberapa sekutunya telah melakukan serangan udara di Irak sejak Juni 2014 yang diduga menargetkan ISIS. Penggerebekan tersebut, tidak banyak membuat perubahan dan menyingkirkan teroris, bahkan telah berkali-kali menyebabkan korban sipil dan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur negara.

Akhir bulan lalu, AS mengatakan setidaknya 352 warga sipil tewas dalam serangan udara di Irak dan Suriah sejak tahun 2014, namun kelompok hak asasi manusia memberikan jumlah korban yang lebih tinggi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: