Fokus

Pengangguran Meningkat, Saudi Larang 12 Pekerjaan Untuk Pekerja Asing

Jum’at, 02 Februari 2018 – 09.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi melarang pekerja asing dari 12 jenis pekerjaan, sehingga hanya tersedia untuk warga negara Saudi saja. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Ali bin Nasser al-Ghafis akan mulai berlaku pada September 2018, kantor berita SPA melaporkan pada hari Minggu.

Baca: Analisis: Upaya Saudi untuk Memperbaiki Ekonomi Menuai Jalan Buntu

Tujuan dari keputusan menteri tersebut adalah untuk memberi kesempatan kepada pria dan wanita Saudi mendapat kesempatan kerja yang lebih banyak di sektor swasta, kata SPA.

Juru bicara kementerian tenaga kerja Khalid Abalkhail, mengatakan bahwa sebagian besar pekerjaan berupa: penjualan jam tangan, kacamata, peralatan medis dan perangkat, peralatan listrik dan elektronik, suku cadang mobil, bahan bangunan, mobil, toko furnitur, dan masih banyak lagi. Dia juga mencatat bahwa sebuah komite akan dibentuk untuk memfasilitasi proyek tersebut.

Baca: Financial Times: Masa Keemasan Perekonomian Saudi Telah Berakhir

Tingkat pengangguran di Arab Saudi melampaui 12 persen tahun lalu karena krisis ekonomi dan dampak dari rendahnya harga minyak. Langkah tersebut dilakukan di tengah perubahan nasional untuk merombak ekonomi oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pada hari Selasa, kampanye “pembersihan anti-korupsi” para pejabat tinggi nampaknya mereda saat pemerintah Saudi membebaskan semua tahanan yang tersisa dari hotel Ritz-Carlton, setelah ditahan selama lebih dari dua bulan atas tuduhan korupsi.

Baca: Miliarder Saudi Disiksa di Penjara dengan Cara Digantung

Puluhan anggota keluarga kerajaan, menteri, dan pengusaha papan atas ditangkap pada awal November dalam sebuah “tindakan anti-korupsi” yang diluncurkan oleh Bin Salman. Tuduhan terhadap orang-orang yang ditahan termasuk pencucian uang, penyuapan dan pemerasan.

Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan bahwa kerajaan telah menyita lebih dari $ 100 miliar dari para koruptor. Jumlahnya -400 miliar riyal Saudi ($ 106,7 miliar)- mewakili berbagai jenis aset, termasuk real estat, entitas komersial, uang tunai dan banyak lagi. (SFA)

Sumber: Al Jazeera

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: