Analisis

Pengamat Timur Tengah: Peran Vital Syeikh Al-Buthy dalam Konflik Suriah

Selasa, 27 Maret 2018 – 20.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman dalam akun fanpage facebooknya menulis tentang peran Syeikh Al-Buthi dalam konflik di Suriah, berikut ulasannya:

Almarhum Syekh Buthy, ulama besar Dunia Islam yang berasal dari Suriah, pernah berkata, “Adakah orang yang berakal, yang meruntuhkan rumahnya sendiri demi berdamai dengan musuhnya? Adakah orang yang berakal, yang mengorbankan saudaranya sendiri demi keamanan musuhnya?”.

Baca: Video Wawancara Ekslusif Ulama Syam dengan Kompas TV Terkait Fakta Perang Suriah

Apa yang dimaksud beliau? Siapa yang dimaksud musuh Suriah? Tak lain, Amerika Serikat dan Israel.

Upaya AS (sekutu utama Israel) untuk melakukan perubahan rezim di Suriah sudah berlangsung sejak lama (bahkan sebelum Suriah dipimpin Bashar Assad). Pada April 1957, misalnya, agen CIA bernama Rocky Stone datang ke Damaskus dengan 3 juta dollar untuk misi menggulingkan rezim sekuler yang terpilih di masa al-Quwatli. Dengan dana itu, Stone mempersenjatai militan Islam dan menyuap perwira militer dan politisi Suriah. Hal ini diungkap dalam buku Safe for Democracy: The Secret Wars of the CIA karya John Prados.

Baca: Denny Siregar: Keberanian Bangsa Suriah

Stone bekerja sama dengan Ikhwanul Muslimin untuk membunuh Kepala Dinas Intelijen Suriah, Kepala Staf Umum dan Kepala Partai Komunis, serta berbagai provokasi bersenjata di Irak, Lebanon, dan Yordania untuk kemudian mengkambinghitamkan Partai Ba’ath Suriah. Dalam buku Legacy of Ashes, Tim Weiner menjelaskan bagaimana rencana CIA dalam menggoyahkan pemerintah Suriah dan menciptakan dalih untuk invasi Irak dan Yordania yang pemerintahannya sudah di bawah kendali CIA. Kim Roosevelt meramalkan bahwa pemerintah baru yang dilantik CIA akan “mengandalkan pada tindakan represif dan kekuasaan yang sewenang-wenang,” menurut dokumen CIA yang dilaporkan di koran The Guardian.

RAND Corporation, sebuah lembaga think tank yang dibiayai militer AS, pada 2008 menulis laporan bahwa ekonomi negara-negara industri sangat bergantung kepada minyak di Timur Tengah. “Area yang terbukti menyimpan minyak merupakan basis kekuatan jaringan jihad-Salafi. …Karenanya, kawasan itu harus menjadi prioritas strategis dan prioritas ini akan terkait kuat dengan pelaksanaan perang yang panjang.”

Dengan kata lain: RAND merekomendasikan bahwa supaya AS bisa menguasai minyak di Timur Tengah, perlu terjadi perang yang panjang. RAND juga merekomendasikan caranya, yaitu: pecah-belah di antara sesama kelompok jihad-Salafi sehingga mereka kehabisan energi karena konflik internasional.

Usulan RAND lainnya, yang persis tengah terjadi di Suriah, “Pemimpin AS juga bisa memilih untuk memanfaatkan ‘konflik abadi Syiah-Sunni’ dengan berpihak pada rezim Sunni konservatif melawan gerakan pemberdayaan Syiah di dunia Muslim… mungkin mendukung pemerintahan Sunni yang otoritatif melawan Iran yang selalu bermusuhan.”

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

Baca: Jawaban Telak Sekjen Alsyami Kepada Ustadz Abdul Somad Terkait Suriah dan Assad

SIMAK SELENGKAPNYA, bagaimana petuah Syekh Al Buthy mengenai musuh Suriah (AS dan Israel). Beliau seolah sedang berceramah agama semata (karena penuh dengan kutipan Al Quran dan hadis), tapi buat yang paham geopolitik akan bisa menangkap bahwa Syekh Al Buthy memiliki pemahaman geopolitik yang luas, sehingga beliau mampu mengindentifikasi masalah dengan sangat tajam, dan bahkan mampu memprediksi kondisi dengan sangat tepat (dan kemudian terbukti benar). Jauh… sekali levelnya dengan para ustadz/zah Indonesia pro-jihadis yang jadi pengamat geopolitik dadakan dengan mencocok-cocokkan ayat dan hadis. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: