Asia

Pemimpin Teroris Al-Qaeda Yaman Serukan Jihad Lawan Pemerintah Myanmar

Senin, 04 September 2017 – 00.47 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) diketahui telah menyerukan jihad melawan pihak berwenang Myanmar dengan dalih mendukung minoritas Muslim Rohingya di negara itu yang telah mengalami kekerasan dan penganiayaan.

Baca: Suriah Hancur Karena Isu Agama Dibenturkan dengan Pemerintah dan Kebhinekaan

Menurut pusat SITE yang memantau kelompok-kelompok ekstrimis mengatakan bahwa pemimpin organisasi teroris Al-Qaeda di Yaman, Khaled Batarfi meminta umat Muslim yang berada di Burma (nama Myanmar sebelumnya) untuk mempersiapkan diri untuk berjihad. Ia juga meminta umat Muslim di manapun berada terutama di Bangladesh, Malaysia, India dan Indonesia untuk membantu saudara-saudara mereka di Burma dan memberikan apa yang mereka butuhkan baik berupa peralatan maupun amunisi untuk perang. Perlu diketahui, Khaled Batarfi telah bebas dari penjara Yaman pada tahun 2015 ketika AQAP merebut kota pesisir Mukalla.

Baca: Wajah Teror di Setiap Agama

Selain itu, dalam sebuah video yang dirilis oleh media Al-Mulahim milik Al-Qaeda, cabang Al-Qaeda di benua India juga berisi pesan untuk melancarkan serangan di Myanmar.

Sementara itu, masalah komunitas Rohingya di Myanmar yang berjumlah sekitar 1,1 juta, merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Aung San Suu Kyi yang oleh kritikus Barat dituduh gagal dalam mendukung minoritas Muslim yang secara konsisten mengeluhkan penganiayaan.

Adapun pejabat Myanmar menuduh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Tentara Penyelamat Rakyat Rohingya atau yang dikenal dengan nama ARSA di Arakan telah membakar rumah-rumah, dimana kelompok tersebut juga mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap 24 pos keamanan di berbagai wilayah di negara bagian Rakhine pekan lalu dan hal inilah yang menyebabkan bentrokan dan serangan balik dari tentara Myanmar yang lebih besar. Dan perlu diketahui bahwa serangan tersebut bukan pertama kalinya dilakukan oleh kelompok ARSA yang mengatasnamakan etnis muslim Rohingya yang tertindas.

Baca: PBB dan ASEAN Harus Menekan Myanmar

Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) insiden ini telah menyebabkan sekitar 400 orang tewas dan 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar menuju Bangladesh dalam waktu satu minggu.

Pemerintah Myanmar juga dilaporkan telah meminta komunitas Rohingya untuk bekerjasama dengan pasukan keamanan untuk mencari militan ARSA yang dinyatakan sebagai organisasi teroris dan tidak melawan tentara Myanmar ketika para tentara memasuki desa mereka. (SFA)

Sumber: arabic.rt.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: