Fokus

Pembicaraan Penting Assad dan Putin Lewat Telpon

Sabtu, 31 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Presiden Suriah Bashar Assad, menegaskan kesediaannya untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata dan beralih ke proses politik di Suriah yang telah dicapai antara Damaskus dan oposisi, yang telah dimediasi oleh Rusia-Turki.

Hal ini disampaikan dalam percakapan telepon antara Bashar Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berlangsung pada Kamis, 29 Desember. (Baca: Kicauan Putin; Kami Tidak Akan Biarkan Kalian Singkirkan Assad)

Menurut Russia Today pernyataan yang dirilis oleh Kremlin, mengatakan bahwa kedua presiden menyebutkan beberapa perjanjian, dan menyatakan bahwa perundingan di Astana (ibukota Kazakhstan) intinya menuju pada penyelesaian damai di Suriah, sebagai langkah penting untuk solusi utama krisis Suriah.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, Kamis pagi, mengumumkan pencapaian kesepakatan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, dan kesediaan pihak yang bertikai untuk memulai perundingan perdamaian. Gencatan senjata berlaku pada malam Kamis sampai Jumat, 29-30 Desember.

Putin mengatakan, dalam pertemuan dengan menteri luar negeri dan pertahanan, Sergei Lavrov dan Sergey Shoigu, untuk menandatangani tiga perjanjian, yang pertama adalah gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan pasukan oposisi bersenjata. Perjanjian kedua, menetapkan prosedur untuk memantau sistem gencatan senjata yang telah disepakati. Perjanjian ketiga adalah pernyataan tentang kesediaan para pihak untuk memulai negosiasi perdamaian soal penyelesaian krisis Suriah. (Baca: Kunjungan Erdogan Ke Rusia Temui Putin Tamparan Keras Kepada Pemujanya)

Putin mengatakan bahwa Rusia, Turki dan Iran telah sepakat akan memantau pelaksanaan gencatan senjata dan memastikan komitmen proses penyelesaian Suriah.

Komandan Angkatan Darat Suriah, dalam sebuah pernyataan, Kamis, 29 Desember, mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata tidak termasuk pada dua organisasi teroris “ISIS” dan “Jabhat Al-Nusra” yang diklasifikasikan sebagai teroris, dan kelompok-kelompok yang terikat dengan mereka.

Komandan Umum Angkatan Darat juga menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata ditujukan untuk menciptakan stabilitas untuk mendukung jalannya penyelesaian krisis politik di Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia, mempublikasikan daftar kelompok yang mengikuti gencatan senjata di negara ini, yang meliputi tujuh kelompok, yaitu:

  1. Faliq Sham.
  2. Ahrar al-Sham.
  3. Jaish Islam.
  4. Tsuwar Sham.
  5. Jaish Mujahidin.
  6. Jaish Idlib.
  7. Jabhah Syamiyah”. (SFA)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: